Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memamerkan produk mereka dalam acara Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM yang diselenggarakan di Hotel Tara, Jalan Magelang, Jogja, Selasa (30/10). Pengayaan pengetahuan bagi para pengusaha UMKM terutama dalam bidang industri kreatif ini berupaya menyinergikan kemitraan UMKM yang tangguh dan berdaya saing menuju era revolusi industri 4.0./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Sleman bakal menggelar Festival UMKM Sembada 2018 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (8/11/2018). Gelaran ini ditujukan untuk mengenalkan dan promosi produk UMKM di Sleman.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman, Fahmi Khoiri, mengatakan Festival UMKM Sembada 2018 bakal dimeriahkan dengan berbagai acara, mulai bazar produk lokal, talkshow, serta parade pojok konsultasi. "April lalu kami membuka Pojok Konsultasi. Ada sekitar 250 pelaku UMKM mengakses program itu. Mereka ingin membuat kegiatan bersama dan akhirnya digelar festival ini," kata Fahmi, Senin (5/11/2018).
Fahmi mengatakan belum semua UMKM terdata. Tahun ini terdata ada 36.000 UMKM dengan 90% merupakan pelaku usaha mikro. Pelaku usaha mikro berkriteria maksimum modal dalam satu tahun Rp50 juta atau omzet setahun Rp300 juta. "Kesadaran pelaku UMKM untuk mendaftarkan diri belum tumbuh," ujar Fahmi. Dia berharap dengan adanya festival tersebut gaung UMKM lebih terasa. "Pelaku usaha yang belum tersentuh, kami coba masuk ke sana karena pembinaan UMKM tak hanya tanggung jawab kami, instansi lainnya juga memiliki tanggung jawab," kata Fahmi.
Beberapa waktu lalu Dinkop UKM membuka Pojok Konsultasi. Pengelola UMKM bisa berkonsultasi terkait dengan pemasaran, permodalan, hingga laporan keuangan. Fahmi berharap di 2019 Pojok Konsultasi bisa menjadi Pusat Layanan Informasi Terpadu (PLUT).
Dalam gelaran Festival UMKM Sembada 2018, Dinkop UKM menyiapkan sebanyak 50 stan untuk bazar. "Dalam acara talkshow kami menghadirkan perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sleman dan pihak swasta. Kami ingin benih-benih wirausaha dimunculkan sejak dini," ujar Konsultan Pojok Konsultasi UKM Sleman, Yuli Afriyandi, Senin.
Berbagai UMKM yang terlibat akan menunjukkan produk andalannya mulai dari olahan pangan sampai aksesoris. Pada parade Pojok Konsultasi ada 15 lembaga konsultan dihadirkan, baik dari lembaga perbankan maupun dinas terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.