Ratusan Wisatawan Hilang Akibat Banjir Tibet-Nepal, Ini Daftarnya
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Sejumlah nelayan menghitung hasil tangkapan bersama pengepul ikan di Pantai Congot, Kamis (4/10/2018)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA—Kalangan mahasiswa ikut bersuara terkait dengan rendahnya konsumsi ikan warga DIY. Mereka berharap pemerintah terus mengampanyekan konsumsi ikan di masyarakat.
Dalam musyawarah nasional (munas) yang mereka gelar, para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Perairan Seluruh Indonesia (Himasuperindo) itu membahas berbagai hal terkait dengan sektor perikanan, baik secara nasional maupun di DIY. Bagi mereka, sektor perikanan yang sangat menguntungkan rupanya belum menjadi andalan utama bagi masyarakat.
Koordinator Munas Himasuperindo, Hafiz Cahyo Nugroho mengakui kenyataan itu berdampak pada sektor pendidikan perikanan, seringkali mahasiswa di perikanan dianggap sebagai jurusan pilihan terakhir alias buangan. Karena itu ia berharap pemerintah terus menggiatkan perikanan dan konsumsi ikan bisa meningkat sehingga memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan. "Apalagi di DIY, dalam berbagai diskusi kami dan referensi yang kami dapatkan konsumsi ikan masih sangat rendah. Padahal di sini ada laut dan sumberdaya perikanan lumayan," kata dia di sela-sela pelaksanaan munas yang digelar di salah satu hotel di Jogja, Jumat (9/11).
Seperti diketahui berdasarkan data yang mereka miliki, jumlah konsumsi ikan di DIY pada 2017 adalah sebesar 23,75 kilogram per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata nasional sebanyak 47 kilogram per kapita per tahun. Padahal jumlah itu sebenarnya sudah mengalami peningkatan setiap tahun, seperti pada 2016 sebesar 23,10 kilogram per kapita per tahun dan 2015 sebesar 23,07 kilogram per kapita per tahun.
Oleh karena itu, kata Hafiz, pihaknya mendorong pemerintah atau pihak terkait yang berurusan dengan perikanan untuk lebih masif mengampanyekan gemar makan ikan di wilayah DIY. Apalagi makan ikan memberikan dampak positif bagi kesehatan katena gizinya. “Sayangnya masyarakat lebih banyak yang mengesampingkan makan ikan.”
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Informasi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta Haryanto tidak menampik konsumsi ikan di DIY masih sangat rendah. Sebagai balai yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan pihaknya terus berupaya mensosialisaikan makan ikan seperti program gemar memasyarakatkan makan ikan. "DIY memang sangat perlu untuk ditingkatkan karena konsumsi ikan masih rendah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
PSIM Jogja menang 2-0 atas Deltras Sidoarjo, tetapi Jean-Paul Van Gastel mengkritik penurunan tempo permainan dan menyebut babak kedua membosankan.
Simak 3 cara menyembunyikan file di HP Android, mulai dari Folder Aman Files by Google, folder bertanda titik, hingga Folder Terkunci Google Photos.
Liverpool ditahan Nottingham Forest 2-2 di Anfield dalam lanjutan Premier League 2026/2027. Victor Munoz mencetak gol penyama pada menit ke-82.
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Swiss memiliki suku bunga 0% dan menjadi yang terendah dalam daftar. Bagaimana posisi Indonesia dengan suku bunga 5,75% pada Agustus 2026?