Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Petugas TRC BPBD Jogja berkumpul di kompleks Benteng Vredeburg setelah menerima laporan pohon tumbang di kawasan itu yang ternyata hoaks, Selasa (13/11/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Memasuki pergantian musim, angin kencang hingga hujan deras melanda wilayah Jogja. Sejumlah pohon ikut tumbang.
Selain mewaspadai dampak bencana, masyarakat juga harus berhati-hati atas maraknya hoaks yang mengabarkan soal bencana. Setidaknya akibat hoaks tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja kecele.
Hoaks itu diterima petugas TRC BPBD Jogja pada Selasa (13/11/2018). Di kabar itu disebutkan adanya pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil di kawasan Benteng Vredeburg, Jogja.
Ironisnya, kabar itu dengan cepat tersebar di media sosial lengkap dengan foto sebuah pohon besar menimpa bagian atap mobil berwarna putih hingga remuk.
Sesampainya petugas TRC BPBD Jogja di Benteng Vredeburg, pohon besar yang tumbang dan menimpa sebuah mobil ternyata tidak ada. "Padahal tim sudah sampai Vredeburg ternyata tidak ada. Setelah ditelusuri kejadian ada di Solo, bukan di Jogja," kata Kepala Pelaksana BPBD Jogja Hari Wahyudi, Rabu (14/11/2018).
Dia mengaku, pada Selasa siang sekitar pukul 14.10 WIB memang ada kejadian pohon tumbang berdiameter 30 sentimeter dan tinggi 10 meter. Kejadiaannya di wilayah Warungboto Umbulharjo, bukan di sekitar Titik Nol Jogja atau Benteng Vredeburg. "Penyebabnya usia pohon sudah rapuh atau lapuk. Pohon sempat menimpa kabel listrik PLN, sekarang sudah terkondisikan," katanya.
Oleh karena itu dia berharap masyarakat bisa selektif menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Apalagi jika hal itu terkait dengan informasi kebencanaan. "Ya, kami hanya bisa mengimbau. Masalahnya persebaran berita di medsos itu kecepatannya sangat luar biasa. Mudah-mudahan, teman-teman sukarelawan dan TRC tetap semangat [meski kecele] karena mereka bergerak demi kemanusiaan," katanya.
Di samping itu, Hari tetap berharap masyarakat tetap mewaspadai potensi munculnya bencana selama awal musim penghujan saat ini. Selain potensi genangan, angin kencang, hingga pohon tumbang. (Abdul Hamid Razak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.