Advertisement
Baznas DIY Terus Sasar Wilayah Tertinggal
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menandatangani peresmian Desa Sehat di Dusun Sulang Kidul, Desa Patalan, Jetis, Bantul, Rabu (14/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) DIY terus menyasar wilayah-wilayah yang selama ini dinilai terbelakang untuk membudayakan hidup sehat. Kali ini giliran Sulang Kidul, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Bantul yang disasar Baznas, terlebih kini bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.
Kepala Program Rumah Sehat Baznas Jogja Muhamad Ridlo mengatakan di Bantul sejauh ini sudah ada dua desa sehat yakni Sulang Kidul dan Bibis, Kecamatan Kasihan. Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah menetapkan target 100 desa sehat se-Indonesia. "Daerah terpencil di DIY yang akan kami sosialisasikan berikutnya adalah Panggang, Gunung Kidul," kata dia, Rabu (14/11/2018).
Advertisement
Khusus Sulang Kidul, Baznas telah menyiapkan sejumlah program. Di antaranya adalah Gemas (Gemati Ning Simbah) atau merawat nenek dan beberapa program sosialisasi seperti pencegahan penyakit campak, posyandu balita, dan kampanye setop merokok.
Kepala Dusun Sulang Kidul, Tujilan Purwodiharjo menyatakan tindakan yang dilakukan warganya untuk hidup sehat adalah menempatkan hewan ternak di tempat terpisah. Langkah lain yang dilakukan oleh masyarakat adalah mengumpulkan sampah yang masih punya nilai jual.
BACA JUGA
"Selain itu, hewan ternak selain sapi dan kambing kami taruh di tempat ternak terpadu sejak 1994. Untuk mengurangi sampah rumah tangga kami kumpulkan sampah yang bisa dijual ke tengkulak," kata dia.
Lebih lanjut dia juga menekankan agar warganya mengurangi rokok. Sebab asapnya dapat merugikan orang disekitarnya. "Beberapa warga sudah komitmen tidak merokok di masjid, sekolah, atau saat sedang ada perkumpulan," kata dia.
Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Bantul mengalami tantangan di bidang kesehatan. Untuk mencegah itu dimulai dari tingkat desa soal kesehatan dan kebersihan.
"Tiga penyakit itu adalah imunisasi, stunting, dan TBC. Kami percaya bahwa kesehatan masyarakat di suatu wilayah berbanding lurus dengan kebersihan lingkungannya," kata dia.
Stunting, menurut Wabup adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement






