Sutoro Eko Yunanto Kembali Pimpin STPMD "APMD" Jogja

Sutoro Eko Yunanto (tiga dari kiri) saat dilantik sebagai Ketua STPM APMD Jogja periode 2018-2020, di Ruang Soetopo kampus tersebut, Sabtu (17/11/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
18 November 2018 06:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Jogja resmi memiliki pemimpin baru, Sabtu (17/11/2018). Sutoro Eko Yunanto kembali terpilih menjadi ketua STPMD “APMD” Jogja periode 2018-2022 setelah sebelumnya pernah menduduki jabatan serupa pada 2002.

Pada kali ini, Sutoro akan bekerja bersama tiga pimpinan lain. Antara lain MC Candra Rusmala Dibyorini sebagai Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Suharyanto sebagai Wakil Ketua II Bidang Umum, Administrasi dan Keuangan serta Ade Chandra sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.

Sutoro Eko mengatakan akan memimpin kampus dengan semangat gotong royong dan membawa STPMD “APMD” menjadi perguruan tinggi yang progresif dan militan.

Ia mengakui di era revolusi industri 4.0 ini berbagai bidang sedang mengalami digitalisasi. Berbagai bidang semakin dimudahkan dengan kemajuan teknologi digital yang sedang berkembang.

Kendati bersifat modern, ia ingin adat tradisional yaitu diskusi secara tatap muka tetap aktif dilakukan. Jangan sampai era digital memunculkan dehumanisasi pada setiap mahasiswa. "Saya senang ada tradisi hotspot. Harapannya setiap titik jadi ruang diskusi tatap muka dan tidak hanya memanfaatkan fasilitas Internet. Tradisi tatap muka jangan pernah ditinggalkan," katanya kepada wartawan seusai dilantik, Sabtu.

Sutoro juga bercita-cita membawa STPMD “APMD” Jogja naik kelas dan diperhitungkan banyak orang. Salah satu caranya dengan mendongkrak akreditasi. Jajaran pimpinan akan berupaya meningkatkan kapasitas dosen, seperti mendorong dosen menempuh sekolah lanjutan. "Sudah ada yang kami siapkan menjadi profesor. Kami juga akan merekrut doktor," katanya.

Sampai saat ini STPMD “APMD” Jogja telah memiliki 57 dosen dan sembilan di antaranya adalah doktor. Sementara jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 2.000 orang. Hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah, institusi lain, maupun LSM juga akan semakin ditingkatkan di era kepemimpinan Sutoro Eko.

Ketua STPMD “APMD” Jogja periode 2014-2018, Habib Muhsin mengatakan pengelolaan perguruan tinggi ke depan semakin berat sehingga butuh tim yang kompak agar proses akademik maupun nonakademik berjalan dengan baik.

Diharapkan STPMD “APMD” menjadi kampus yang diperhitungkan karena ciri khasnya sebagai sekolah tinggi yang mendorong kemandirian masyarakat desa.

"Semoga kepemimpinan baru bisa berkontribusi dalam upaya kemandirian ini. Mahasiswa dari berbagai daerah yang lulus nanti juga bisa kembali ke daerahnya membangun desanya," katanya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta Bambang Supriyadi yang hadir dalam upacara pelantikan mendorong agar kualitas pengajaran di STPMD “APMD” semakin ditingkatkan agar meraih akreditasi yang memuaskan. "Kepercayaan masyarakat kepada perguruan tinggi bukan karena melihat kemegahan gedungnya tetapi akreditasinya," kata Bambang.