Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Perwakilan peserta lomba PTKIS PKM 2018 saat berfoto bersama./IST
Harianjogja.com, BANTUL--Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa agar memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, serta kemandirian, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) mengadakan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kopertis Wilayah III Jogja 2018 di lantai dasar Masjid KH. Ahmad Dahlah Kampus Terpadu UMY, Rabu-Jumat (21-23/11/2018).
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMY mengasah kemampuan, keahlian, kerja sama, soft skill dan hard skill. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan mutu lulusan PTKIS agar dapat berdaya saing tinggi dan menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dengan berlandaskan nilai-nilai agama dan Pancasila.
“PKM Kopertais 2018 baru pertama kali diselenggarakan dan kali ini UMY ditunjuk sebagai tuan rumah. KIS PKM 2018 dapat dimanfaatkan sebagai program untuk menunjang akreditasi bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta yang terlibat,” jelas Wakil Koordinator PTKIS Kopertais III Syihabuddin Qolyubi, Rabu (21/11/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.