Pemkot Jogja dan Perguruan Tinggi Bentuk Forum, Ini Tujuannya

Logo Pemkot Jogja (Harian Jogja)
24 November 2018 05:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membentuk Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang beranggotakan sejumlah perguruan tinggi di DIY. Forum ini dibentuk untuk menguatkan program peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam program Gandeng Gendong.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan pembentukan forum ini bertujuan untuk menyinergikan kegiatan pemerintah dan perguruan tinggi. Dengan harapan, program yang dijalankan pemerintah lebih efektif untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sebenarnya sinergitas kegiatan sudah kami lakukan dengan PT. Hanya saja ada beberapa unsur lain yang tergabung dalam penta helix program Gandeng Gendong cenderung berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, perlu dibentuk forum agar kegiatan berjalan sinergis,” katanya, Jumat (23/11/2018).

Pemkot berharap keberadaan forum tersebut juga menjadi wadah bagi perguruan tinggi di Jogja untuk melakukan berbagai kegiatan. Khususnya dalam bentuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dia mencatat, ada 20 perguruan tinggi di DIY yang menjalin kerja sama dengan Pemkot untuk mendukung berbagai penelitian atau kegiatan pemerintah daerah. "Penelitian bisa dilakukan dalam dua bentuk. Bisa didanai oleh perguruan tinggi secara mandiri, bisa juga melalui pendanaan dari pemerintah dengan skema yang sudah ditentukan dan sesuai kebutuhan," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Edi Muhammad mengatakan pada tahun anggaran 2019 Pemkot menyediakan anggaran Rp200 juta untuk penelitian. Penelitian itu dilakukan oleh dosen melalui tim Jaringan Penelitian Kota Jogja. "Pemkot juga mengalokasikan anggaran Rp150 juta untuk program pendampingan pengabdian masyarkaat, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan kemitraan penelitian," katanya.

Agar lebih sinergis, Bappeda terus menginventarisasi sejumlah kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi. Misalnya, penyusunan rencana induk sistem proteksi kebakaran untuk pemetaan potensi kesiap-siagaan bahaya kebakaran. Ada juga kegiatan workshop karya tulis ilmiah, assessment anak berkebutuhan khusus, dan pembinaan regulasi dan sertifikasi di bidang kesehatan.

"Tahun ini Pemkot bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana [UKDW] untuk peningkatan keterampilan dan kewirausahaan melalui pelatihan membatik menggunakan pewarna alami bagi masyarakat di kawasan Embung Langensari," katanya.

Tahun depan setidaknya ada enam penelitian kerja sama dengan sejumlah kampus yang akan dilakukan Pemkot. Salah satunya, penerapan lot pada aplikasi sistem parkir cerdas berbasis mobile (IST Akprind) serta Penelitian Pengembangan Taman Pintar Yogyakarta menjadi objek wisata Go Digital dengan aplikasi Mathcitymap (UAD).

Sementara itu, Ketua Forum LPPM Jogja Ambar Kusumandari mengatakan selama ini kegiatan pengabdian masyarakat lebih banyak dilakukan di luar kota bahkan di luar Jawa.

Ke depan, Forum akan mencoba lebih banyak melakukan kegiatan di dalam kota seperti KKN perkotaan atau kelurahan.

"Ternyata masih banyak permasalahan di kota yang membutuhkan penyelesaian. Contohnya, masalah kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, alih fungsi lahan, hingga persoalan air bersih, sampah dan persoalan sosial lainnya," kata akademisi UGM ini.