Advertisement

Terjadi Guguran Lava Pijar, Pendakian Merapi Tidak Direkomendasikan

Abdul Hamied Razak
Minggu, 25 November 2018 - 14:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Terjadi Guguran Lava Pijar, Pendakian Merapi Tidak Direkomendasikan Foto kubah lava baru Merapi - Ist/BPPTKG

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Guguran lava pijar Gunung Merapi kembali muncul pada Jumat (23/11/2018). Meski kemunculan lava pijar tersebut bukan kali pertama terjadi, hal itu belum membahayakan penduduk. Namun, kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

"Kami tetap menghimbau agar masyarakat beraktitivitas seperti biasa dan diperbolehkan menyaksikan aktivitas guguran lava dalam jarak aman, tiga kilometer dari puncak," katanya Kepala Badan Penelitian dan Pengembang Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, Haniek Humaidah saat dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (24/11/2018) malam.

Ia mengungkapkan guguran lava pijar tersebut tidak hanya terjadi pada Jumat kemarin. Sebelumnya hal yang sama juga terjadi. BPPTKG bahkan mencatat guguran lava sebanyak empat kali ke bukaan kawah, hulu kali Gendol.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Lava pijar sudah keluar dari kemarin-kemarin, arah lebih banyak ke barat laut," jelas Hanik.

Berdasarkan data BPPTKG, guguran lava pijar pada Jumat lalu terjadi pukul 19.05 WIB. Jarak luncurnya hanya 300 meter. Meski begitu, intensitas guguran masih dinilai rendah dengan potensi material yang kecil. Kondisi tersebut dinilai belum membahayakan penduduk. Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

"Status Merapi masih Waspada," kata Haniek.

Seiring dengan pertumbuhan kubah lava, BPPTKG menyebutkan, guguran lava mulai terjadi sejak Rabu (22/8) dan dominan mengarah ke barat laut, namun saat itu guguran terjadi masih dalam area kawah. Sebulan setelah itu, guguran lava juga terjadi pada Selasa (25/9) pukul 4.06 WIB meluncur ke dalam dasar kawah pada sektor Barat Laut Merapi. Gunung yang berada di ketinggian 2968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dinilai sampai saat ini masih kondusif.

Berdasarkan data pengamatan aktivitas Gunung Merapi periode 16-22 November 2018, BPPTKG mencatat volume kubah lava per 21 November 2018 sebesar 308.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 2.600 meter kubik per hari. Pertumbuhan sedikit lebih tinggi dari pekan sebelumnya. Aktivitas kegempaan tercatat sebanyak 28 kali gempa Hembusan (DG), dua kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), dua kali gempa Fase Banyak (MP), 261 kali gempa Guguran (RF), 21 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan empat kali gempa Tektonik (TT).

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement