SOSOK: Dirut BOB Indah Juanita Ketagihan Ikut Sendratari

Indah Juanita (tengah), Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kiri) dan Manajer Jogjapro Eko Soetarmo sebelum tampil dalam pentas sendratari Sugriwa Subali yang digelar di Gua Kiskendo, Kulonprogo, Sabtu (24/11/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
25 November 2018 18:20 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Alih-alih grogi dan kapok, tampil dalam sebuah pergelaran sendratari justru bikin Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) ketagihan.

Indah Juanita, perempuan nomor satu di badan yang mengurusi kawasan otoritatif dan mengkoordinasi  kawasan wisata dari Borobudur hingga Karimunjawa itu memang sempat tampil dalam pentas sendratari bertajuk Sugriwa Subali yang digelar di objek wisata Gua Kiskendo, Girimulyo, Kulonprogo, Sabtu (24/11/2018).

Perempuan asal Bandung ini, begitu antusias saat ditawari oleh Dinas Pariwisata Kulonprogo untuk tampil dalam sendratari. Mengenai kisah Sugriwa dan Subali, dia mengaku pernah mempelajari kisah itu.

Dalam sendratari itu Indah berperan sebagai pendamping tokoh Dewi Tara. Pada kisah Sugriwa dan Subali, Dewi Tara merupakan bidadari yang merupakan putri dari Dewa Indra, istri Sugriwa,  dan kakak dari Dewi Tari, istri Rahwana. 

Kendati di masa belia Indah pernah menjadi penari Bali kala duduk di bangku SD dan SMP, tampil dalam sebuah pergelaran sendratari merupakan hal baru dan kali pertama baginya. 

"Latihan [untuk sendratari Sugriwa Subali] hanya dua kali. Mungkin lain waktu, perlu tepat waktu setiap latihan. Karena dalam latihan kemarin ini, janjian jam 15.00 WIB, tetapi baru mulai jam 16.30 WIB. It's okay, karena kami semua happy," kata Indah, dijumpai seusai tampil, Sabtu.

Selain itu, ia bersyukur dibimbing dan dilatih oleh seniman-seniwati yang luar biasa. Ditambah lagi, kala pertunjukkan dimulai, semua pemain hadir tepat waktu. Waktu sampai di atas panggung, ia tak merasakan grogi berlebihan, malahan senang bukan kepalang.

"Senang sekali saya bisa ikut. Kalau nanti ada lagi, misalnya sendratari Api di Bukit Menoreh, saya mau ikut. Kan ada pencak silatnya, saya mau deh, apalagi dulu saya kan berlatih pencak silat," ungkap perempuan kelahiran 18 Juni 1962 itu, bungah.

Dia berprinsip, BOB bukan hanya mengembangkan kawasan saja. Melainkan juga mendukung pengembangan kawasan dari atas hingga bawah. Dalam hal atraksi, BOB dan seniman adalah mitra kerja dalam mengelola kawasan.

Sebelum menjadi Dirut BOB, Indah sudah lebih dulu menjabat sebagai Dirut di PT International Tourism Development Corporation di Nusa Dua Bali. Sejak 1989, Indah sudah melalui tantangan untuk mengembangkan Nusa Dua dari semula kawasan setengah jadi menjadi kawasan wisata favorit turis di Bali.

Bahkan, sebelum akhirnya menangani pengembangan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY dengan menjadi Dirut BOB, Indah berkesempatan menjadi Pemimpin Proyek Kawasan Wisata Mandalika, Lombok pada 2013 lalu.

Menurut Indah, tanpa seniman, maka sebuah kawasan wisata bakal tidak ada artinya. Kesenian dan atraksi seperti sendratari yang sudah terlaksana, sebaiknya terus dibina dan dikelola dengan baik, sehingga bisa rutin dinikmati para wisatawan yang datang.

Kalau perlu, imbuh dia, seniman yang menari dan tampil, dicarikan sponsor dan dibina, agar mereka bisa senang unjuk penampilan. Tentu saja bukan Indah Juanita yang harus disponsori, sebab dalam acara itu, ia hanyalah partisipan, bukan penari sungguhan.