RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Gedung PSC 119 Bantul, Senin (27/11/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meresmikan Public Safety Center (PSC) 119. PSC 119 merupakan unit penanganan pertama kasus kegawatdaruratan sehari-hari di masyarakat seperti kecelakaan, kebakaran, bencana, penyakit, dan ibu hamil yang membutuhkan respon cepat dan tepat.
Masyarakat yang menemukan kasus kegawatdaruratan bisa menghubungi 119 yang bisa diakses melalui telepon selular dan telepon rumah secara gratis. "Ada tim yang terdiri dari tenaga kesehatan yang selalu siap 24 jam melayani kegawatdaruratan," kata Kepala Dinas Kesehatan, Maya Sintowati Pandji, saat meresmikan gedung PSC 119 di Jalan Srandakan, Palbapang, Bantul, Senin (26/11/2018).
Sebelum adanya PSC 119 dan sistem kegawatdaruratan tingkat nasional, sejak 2011, kata Maya, Bantul sudah punya sistem penanggulangan gawat darurat melalui Bantul Emergency Service Support (BESS) 118 yang ditetapkan lewat Peraturan Bupati (Perbup) No.40/2011. Layanan tersebut dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) sejak 2014.
Namun BESS 118 memiliki kelemahan, di antaranya akses terbatas akibat layanan telepon nomor lokal, operator bukan tenaga medis, jaringan rujukan fasilitas kesehatan belum ada, dan biaya jaminan pelayanan belum ada.
Sementara pada PSC 119, operator yang berjaga merupakan tenaga kesehatan sehingga dapat memandu penanganan awal kasus sebelum tim tenaga kesehatan datang. Selain itu, tersedia satu tim tenaga kesehatan yang selalu siap 24 jam menangani kasus kegawatdaruratan tanpa memandang identitas pelapor, melainkan berdasarkan tempat kejadian. Selain diterapkan 24 jam penuh selama tujuh hari, PSC 119 juga menyediakan jaminan penuh pembiayaan sebelum masuk rumah sakit, serta adanya jaringan pelayanan gawat darurat.
"Kami sudah kerjasama dengan sejumlah rumah sakit. Jadi ketiga ada kasus kegawatdaruratan akan ditangani oleh tim medis terdekat," kata Maya.
PSC 119 yang mulai aktif per 1 November 2018 ini memiliki empat tenaga operator, dua bidan, enam perawat, dan empat orang sopir. Sementara jumlah armada ambulans ada dua unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.