Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi./Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi IV DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab untuk memperhatikan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo, mulai dari jenjang Raudatul Athfal (RA) sampai Madrasah Tsanawiyah (MTs). Salah satunya dengan ikut membantu upaya menaikkan gaji para tenaga pendidik tersebut melalui alokasi APBD Kulonprogo.
"Selama APBD mampu, mengapa tidak untuk memberikan perhatian kepada mereka? Tugas dan beban kerja juga mereka sama dalam mengajar dan mendidik anak-anak," ucap Sekretaris Komisi IV DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi, saat ditemui Harian Jogja, Sabtu (1/12/2018).
Upaya ini juga sebagai tindak lanjut dari sejumlah aduan guru di bawah Kemenag menyoal kesejahteraan mereka kepada DPRD Kulonprogo. "Secara personal sudah banyak yang menyampaikan kepada kami, termasuk dari Ikatan Guru RA," katanya.
Hamam mengatakan GTT dan guru tidak tetap yayasan (GTY) di bawah Kemenag digaji lewat dana operasional yang dikelola masing-masing sekolah yang besarannya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per guru. Jumlah tersebut kecil. Selain operasional sekolah mereka juga mendapat sokongan dari Baznas serta skema dana Pusat melalui Kemenag yang masih terbatas.
"Hal inilah yang mendorong kami di Komisi IV DPRD Kulonprogo untuk mendorong APBD 2020 agar ada alokasi untuk membantu mereka [para guru]. Kami akan koordinasikan dalam perencanaan dan penyusunan KUA PPA 2020 nanti di awal 2019," kata Hamam.
Hamam berharap kenaikan honor bagi para GTT/GTY ini bisa direalisasikan seperti halnya kenaikan tenaga pendidik tidak tetap di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo. Sebagai diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.009 GTT/GTY/PTT/PTY di Kulonprogo dipastikan bakal naik gaji pada 2019. Bahkan tenaga operator sekolah di luar formasi tersebut turut mendapatkan kenaikan gaji ini. "Meski ini belum seseuai Upah Minimum Regional [UMR], setidaknya dibandingkan daerah lain kita lebih perhatian," ucap Hamam.
Kepala Kemenag Kulonprogo, Nurudin, menyambut baik usulan tersebut. Diakuinya saat ini honor para GTT/GTY di bawah Kemenag tergolong rendah dengan kisaran Rp300.000. Meski demikian dia meminta usulan ini agar dapat direalisasikan. "Asal bisa direalisasikan dan tidak hanya menjadi harapan semata itu boleh-boleh saja, karena sebelumnya belum pernah dapat honor dari APBD," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Korlantas Polri gelar Operasi Patuh 2026, fokus kurangi pelanggaran dan kecelakaan dengan ETLE hingga 60 persen.
Memasuki Bulan Bung Karno tahun 2026, Komisi A DPRD DIY kembali membuka ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Jogja.
Koalisi global mendesak FIFA mengakhiri kerja sama dengan Coca-Cola sebelum 2030 karena dampak kesehatan dan lingkungan.
Petani Bantul beralih ke usaha bibit padi di lahan pasir JJLS karena lebih aman dan cepat menghasilkan keuntungan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jogja terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan perizinan bangunan melalui berbagai inovasi