Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Para peserta PR Talk 2018 pada Rabu (5/12/2018) di Amphiteater E7 Gedung KH Ibrahim UMY. /Ist-Dok Panitia
Harianjogja.com, BANTUL- Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relations bekerjasama dengan PRedator Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan PR Talk 2018 pada Rabu (5/12/2018) di Amphiteater E7 Gedung KH Ibrahim UMY.
Kegiatan yang mengusung tema “How To Be a PR Professional with Good Ethics?” bertujuan menjawab permasalahan dan tantangan pada dunia Public Relations. Dua pembicara yang dihadirkan merupakan tokoh yang mumpuni di bidangnya, yaitu Adhianty Nurjanah yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi UMY dan Diah Purwita Rini yang merupakan seorang Psikolog.
Acara yang ditujukan kepada mahasiswa Public Relations untuk memperkenalkan bagaimana menjadi Public Relations profesional yang mampu merancang program-program kehumasan agar dapat menciptakan opini positif publik.
Kepiawaian Public Relations profesional dalam membangun reputasi positif tentu tidak hanya “pencitraan atau lip service saja” namun harus diikuti dengan perilaku etis yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta mengutamakan kejujuran, tanggungjawab, komitmen, serta integritas dalam melaksanakan tugasnya sebagai Public Relations.
Sekitar 70 mahasiswa dari berbagai jurusan ikut andil dalam Talkshow tersebut. Beberapa dari mereka antusias untuk bertanya mengenai integritas seorang Public Relations yang profesional.
Salah satu panitia, Asri Dewi menjelaskan kegiatan tersebut bermanfaat untuk membekali para mahasiswa saat terjun ke dunia kerja. “Kegiatan tadi sangat bagus, dan jelas memberi manfaat untuk kita sebagai mahasiswa PR yang kelak akan memasuki dunia profesi. Profesionalisme kita terlihat melalui etika. Terutama bagi seorang PR yang berinteraksi dengan banyak orang," katanya.
Dalam materinya, Adhiyanti Nurjanah menjelaskan bahwa seorang PR profesional menerapkan etika profesinya dalam setiap kegiatan PR. Baik ketika berhubungan dengan stakeholder eksternal maupun internal. "Sehingga seorang PR profesional adalah PR yang beretika," tegasnya.
Adapun Diah Purwita Rini, sebagai pembicara dalam PR Talk 2018 menyatakan bahwa apapun yang dikerjakan mahasiswa itu dimulai dengan mencintai diri sendiri, entah itu etika, pengenalan karir, interaksi dengan siapapun, dimulai dari mencintai diri sendiri. "Ketika kamu sudah tahu dirimu, maka itu mudah untuk melakukan apapun," katanya.
Mahasiswa Public Relations dtunggu perannya di dunia kerja untuk mewakili semua bidang. Banyak orang pintar yang tidak bisa menjual ide mereka, maka peran mereka sebagai Public Relations dibutuhkan untuk perpanjangan tangan mereka dalam menyampaikan ide tersebut.
Diahberbagi pengalaman saat jatuh bangun dalam meniti karirnya sejak 2004. Kegagalan tersebut tak membuatnya lengah, menurutnya kegagalan pertama itu ketika mereka menampilkan di luar dari garisnya, dan itu baik untuk mereka. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.