Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul belum ada niat untuk memperbaiki tujuh EWS Tsunami yang terpasang di Pantai Selatan. Hal ini dikarenakan aset tersebut merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengakui tujuh EWS tsunami yang terpasang di kawasan pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. Menurut dia, alat peringatan dini ini merupakan hal vital untuk pendeteksi saat terjadi tsunami.
Namun demikian, adanya kerusakan EWS tsunami BPBD tidak bisa berbuat banyak karena aset tersebut milik BNPB. Oleh karenanya, BPBD Gunungkidul tidak bisa melakukan perbaikan terhadap kerusakan alat tersebut.
“Kita tidak bisa perbaiki karena nanti malah bisa menjadi temuan,” kata Edy kepada Harianjogja.com, Selasa (25/12/2018).
Menurut dia, untuk kerusakan EWS ini sudah dilaporkan ke pusat. Edy pun berharap ada proses perbaikan atau pergantian terhadap alat yang rusak. “Kami berharap ada EWS Tsunami yang berfungsi dengan baik sehingga sistem peringatan dini saat ada bahaya bisa diketahui sejak awal sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi,” imbuhnnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Indonesia diproyeksikan mengalami 19.251 kematian tambahan akibat panas terkait super El Niño pada September 2026 hingga Februari 2027.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.