Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Nelayan Mina Bahari Depok 45 menepikan perahu seusai menangkap ikan di tengah Pantai Depok, Minggu (1/4/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL-Kecelakaan laut kembali terjadi pantai selatan Bantul. Sebuah kapal nelayan terbalik dihantam ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Minggu (20/1/2019). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kapal mengalami kerusakan di bagian mesin dan badan kapal.
Sekretaris Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Wilayah 4 Samas dan sekitarnya, Nugroho, membenarkan kejadian tersebut. "Dua orang, tekong dan ABK semua selamat. Tapi mesin dan perahu rusak," kata Nugroho, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia mengatakan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu bermula saat kapal Putra Harapan Jaya yang ditumpangi oleh tekong Rudi Isnawan, 27, dan Joko, 38, warga Ngentak, Poncosari, Srandakan, itu hendak mencari ikan di laut. Keduanya baru saja menurunkan kapal dan melewati satu kali ombak.
Kapal terus melaju namun hantaman ombak kedua pada kapal tersebut langsung terbalik. ABK, tekong, dan alat tangkap ikan pun langsung tumpah. "Anggota SAR dan warga yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan, sehingga kedua korban berhasil diselamatkan," ujar Nugroho.
Nugroho mengaku saat kejadian ombak memang sedang tinggi sekitar 3-3 meter. Namun biasanya, kata dia, nelayan yang sudah terlatih mampu menghadapi ombak. Ia belum mengetahui kenapa kapal yang ditumpangi Rudi dan Joko itu langsung terbalik saat dihantam ombak. "Mungkin salah perhitungan juga," ucap dia.
Sebelumnya kapal nelayan juga terbalik di Pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul pada Mingu (6/1/2019) lalu. Dalam kejadian tersebut satu orang tekong dinyatakan tewas dan satu lainnya anak buah kapal (ABK) selamat. Kejadian tersebut juga karena dihantam ombak besar. Namun bedanya peristiwa ini terjadi pada siang hari atau saat kapal hendak mendarat setelah melaut seharian.
Ketinggian ombak saat itu juga sekitar 2-3 meter. Korban meninggal dunia Purwanto alias Gareng merupakan nelayan terlatih yang sudah lama menjadi nelayan. Para nelayan menduga Gareng kurang perhitungan saat berbelok dan hendak menuju bibir pantai, "Mungkin kurang perhitungan aja saat mau mendarat dan ada ombak," kata Mugari, salah satu nelayan Pantai Samas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.