Advertisement
Alumni UGM Jangan Lupakan Masyarakat
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menyampaikan materi di pembekalan wisuda Pascasarjana UGM, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (22/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan mahasiswa Pascasarjana UGM untuk tidak melupakan masyarakat. Alumni UGM juga dinasihati jangan sombong dan antikritik.
Hal tersebut diungkapkan Budi saat mengisi pembekalan wisuda Pascasarjana UGM, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (22/1/2019).
“Saya minta kepada teman-teman [wisudawan-wisudawati] jangan gede rumangsa, tetap sebagai dirimu, tetapi harus punya arti di masyarakat. Tidak harus jadi pemimpin, tetapi jadi kontributor ide-ide bagi masyarakat,” kata Budi.
Advertisement
Alumnus UGM jurusan Teknik Arsitektur ini mengingkatkan agar alumni tidak sombong, karena kesombongan merupakan awal dari ketidakberhasilan. Orang yang menganggap dirinya pintar, cenderung tidak mendengar apa yang dikatakan orang lain, tidak mendengar masyarakat, dan tidak melihat perkembangan inovasi.
Menurut Menteri, menghadapi era saat ini harus bisa mengubah sejumlah paradigma. Yakni dari pemikiran pesimistis ke optimistis, perubahan dari konsumerisme ke produktif, lalu perubahan dari individualisme ke kolaborasi, dari kegaduhan ke persatuan dan kesatuan, dan perubahan dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran.
Dalam kesempatan tersebut Budi juga menyampaikan sejumlah inovasi yang telah dilakukan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Di antaranya pembangunan bersifat Indonesiasentris, yang dulunya Jawasentris. Pemerintah telah mengoptimalkan laut, pembangunan yang dulu belum mengoptimalkan sektor tersebut, kini coba dioptimalkan. Pembangunan yang berbasis eksklusivisme menjadi inklusivisme.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan saat ini perlu sikap optimistis dalam melakukan suatu hal.
“Jangan mikir pensiun. Harus menghilangkan paradigma pensiun, harus terus berkarya,” kata Inarno.
Menurut alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM ini, saat ini penting untuk melek digital tanpa melupakan norma yang sudah ada. “Milineal sekarang luar biasa, tetapi ada kecenderungan individualis. Nah itu jangan sampai dilakukan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









