Sakit Mata Tak Kunjung Sembuh, Warga Gunungkidul Gantung Diri

Ilustrasi menyayat tangan. - Harian Jogja/Nina Atmasari
03 Februari 2019 17:45 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Gara-gara sakit mata tak kunjung sembuh selama setahun belakangan, Marjoyo, 85, warga Padukuhan Karangasem RT 02 RW 08, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, gantung diri, Minggu (3/2/2019).

Peristiwa ini merupakan bunuh diri ketujuh di Gunungkidul pada awal 2019 ini.

Menurut keterangan polisi, Marjoyo meninggalkan rumah dengan alasan pergi ke pekarangan milik tetangganya, Joko Susilo, di RT 1/RW 8 sekitar pukul 10.30 WIB. Dia pamit mencari rumput. Seperti biasanya, ia membawa peralatan pertanian termasuk seutas tali plastik.

Tak berselang, keluarganya curiga karena rumah Joko Susilo suwung. Kedua anaknya, yakni Senen, 49 dan Sujono,40, mendatangi rumah kosong tersebut.

Mereka mendapati Marjoyo telah gantung diri di satu ruangan rumah kosong. Di dekat jasadnya terdapat tangga yang diduga dipakai untuk memanjat sebelum Marjoyo mengikatkan tali gantungan.

Kasi Humas Polsek Wonosari Aiptu Sidik Purnomo mengatakan jenazah Marjoyo kemudian dibawa menuju ke rumah duka untuk dimakamkan. Menurut dia, Marjoyo diduga mengakhiri hidup karena sakit mata yang tak kunjung sembuh dalam satu tahun terakhir. “Kemungkinan korban murni bunuh diri karena tidak ada tanda penganiayaan,” kata dia.

Jenazah Marjoyo langsung dimakamkan siang hari tadi. Rumah yang digunakan untuk gantung diri langsung dirobohkan oleh penduduk setempat.

Bunuh diri menjadi jalan pintas untuk menyelesaikan yang dialami beberapa warga Gunungkidul. Menurut catatan Polres Gunungkidul, pada 2018 terdapat 29 kasus bunuh diri. Jumlah itu lebih sedikit ketimbang 2017 ketika terdapat 35 kasus bunuh diri di kabupaten ini. Di awal tahun ini, menurut data Dinas Sosial Gunungkidul, sudah terdapat tujuh kasus bunuh diri yang ditangani polisi.