Petani Lansia dan Lahan Minim, DPRD DIY Kritik Pertanian Stagnan
Produktivitas pertanian DIY stagnan akibat petani lansia, lahan sempit, dan minimnya regenerasi serta optimalisasi lahan.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Kasus bunuh diri di wilayah Bantul masih terbilang tinggi bahkan cenderung meningkat sejak tahun 2023.
Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga, dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Siti Marlina menjelaskan, terdapat 8 kasus bunuh diri di Bantul pada 2023. Pada tahun 2024, terdapat 22 kasus bunuh diri atau meningkat hampir tiga kali lipat. Sedangkan, pada tahun 2025 hingga saat ini sudah terdapat lima kasus yang terlapor.
Tingginya kasus bunuh diri di Bantul membuat Dinkes berupaya melakukan screening kesehatan mental seluas-luasnya. Tujuannya ialah menemukan orang-orang dengan gejala depresi, kecemasan, sehingga bisa ditangani lebih cepat.
“Kita bisa menemukan banyak warga yang memiliki indikasi gangguan mental atau kecemasan dan bisa dilakukan tindak lanjut. Nanti bisa diarahkan ke tenaga profesional, bisa ke puskesmas,” jelas Marlina, Selasa (27/5/2025).
Marlina mengatakan, Dinkes Bantul juga berupaya memperbaiki sistem pelaporan kasus bunuh diri. Ketika ada laporan bunuh diri, pihaknya langsung menelusuri penyebab bunuh diri tersebut, termasuk dengan melakukan wawancara terhadap keluarga korban.
“Kita menggali sebabnya apa, lalu kita bahas. Tujuannya mencari rekomendasi kita harus berbuat apa,” katanya.
Dalam pencegahan, Dinkes berupaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental kepada masyarakat, dimulai dari usia dini. Marlina mengatakan, pihaknya berencana membuat program Sekolah Sehat Jiwa yang akan menggandeng sekolah-sekolah di Bantul.
Dalam program ini, murid akan dilatih meningkatkan kesadaran seputar kesehatan mental. Nantinya, murid akan diajarkan dapat berperan terhadap teman sebayanya yang membutuhkan pendengar ketika mengalami masalah terutama gangguan kesehatan mental.
“Kita latih siswa-siswanya menjadi percontohan bagi sekolah lain bahwa mereka bisa berperan sebagai partner teman sebaya untuk memberikan edukasi kepada temannya, menjadi teman curhat temannya, melakukan healing bersama,” papar Marlina.
“Insya Allah di bulan Juni akan segera dilaksanakan. Dalam waktu dekat akan menentukan sekolah mana yang akan kita ajak,” sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produktivitas pertanian DIY stagnan akibat petani lansia, lahan sempit, dan minimnya regenerasi serta optimalisasi lahan.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.