Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka kasus bunuh diri di Gunungkidul disebut turun dalam empat tahun terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara round table discussion bertema Jago Jaga Hati yang diselenggarakan di Hotel Santika di Kalurahan Logandeng, Playen, Selasa (18/2/2025). “Dalam kurun 2021-2024, angka bunuh diri di Gunungkidul terus menurun,” kata Ismono.
Dia menjelaskan, di 2021 tercatat ada bunuh diri sebanyak 36 kasus. Setahun berikutnya angka turun menjadi 30 kasus bunuh diri yang didominasi gantung diri.
Di 2023, dinas kesehatan mencatat ada 29 kasus bunuh diri. Sedangkan di 2024, angka bunuh diri tercatat sebanyak 26 kasus. “Kami sudah ada program untuk pencegahan bunuh diri di Gunungkidul,” katanya.
Meski demikian, Ismono mengakui upaya pencegahan akan terus dioptimalkan. Ia menyakini kasus bunuh diri bisa dicegah melalui pendekatan dan pendampingan secara kejiwaan.
“Bisa dicegah. Asalkan ada pendampingan yang intensif. Kami akan terus berupaya agar angka bunuh diri bisa terus ditekan karena kasus bermula dari gangguan kesehatan jiwa,” ungkapnya.
Direktur Indonesia Private Industri (IPI) Muhammad Fitriansyah mengatakan, round table discussion dilaksanakan untuk menanggulangi masalah kesehatan mental berkolaborasi dengan pemkab dan ahli psikologi hingga konsultan internasional.
BACA JUGA: Underpass Kentungan Tergenang, Satker PJN DIY Lakukan Penyedotan
Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu percontohan karena tingginya kasus bunuh diri dan banyaknya kasus orang dengan gangguan psikososial (OGDP).
“Kasus bunuh diri di Gunungkidul dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, rata-ratanya ada 30 kasus tiap tahunnya. Sedangkan untuk gangguan jiwa termasuk salah satu tertinggi di Indonesia karena menduduki peringkat empat,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menggelar diskusi ini untuk mencari apa yang tepat khususnya untuk menanggulangi kesehatan mental di Gunungkidul. Hasil dari kegiatan ini akan dibuat semacam modul atau program yang akan diaplikasikan untuk menanggulangi masalah mental. di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami mengumpulkan stakeholders untuk bersama-sama berdiskusi, apa saja yang menjadi faktor kesehatan mental agar dicarikan solusi yang diwujudkan dalam program kegiatan pencegahan,” katanya.
Konsultasi kesehatan mental Australia Rahel Kremnizer mengatakan jawatannya tidak langsung menawarkan program untuk diterapkan dalam mengatasi masalah kesehatan mental.
Pasalnya, terlebih dahulu dilakukan survei dan diskusi untuk mengumpulkan informasi dari lokal terkait faktor kasus kesehatan mental yang terjadi. “Nantinya informasi yang diperoleh akan digabung dengan berbagai literatur untuk mendapatkan modul yang tepat,” katanya.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected].
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
BPJS Kesehatan memperkuat pelaksanaan JKN di DIY melalui pembiayaan layanan kesehatan, optimalisasi layanan digital, Mobile JKN, dan PANDAWA.
Bareskrim menetapkan empat korporasi sebagai tersangka kasus karhutla hingga 30 September 2026. Identitas perusahaan belum diungkap.
Diskominfo Kabupaten Magelang meluncurkan Si Jaring dan Sigap untuk memperkuat tata kelola pemerintahan digital, pengelolaan jaringan.
Rangkap jabatan Bahlil sebagai Menko dan Menteri ESDM disorot pengamat yang melihatnya dalam konteks penataan ulang koalisi pemerintah.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir