RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Kepala Bidang Pembinan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Juli Sugiarto saat mengisi materi dalam bedah buku di Balai Desa Srihardono, Pundong, Jumat (15/2/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan warga Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul mengikuti diskusi dan bedah buku Menggeluti Dunia Wirausaha di balai desa setempat, Jumat (15/2/2019). Bedah buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY tersebut bagian dari kamanye gerakan literasi.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan terbiasa mencari informasi melalui buku, termasuk soal menjadi wirausaha sukses. "Yang belum pernah membuka usaha nanti bisa dipelajari dari buku tersebut. Yang sudah punya usaha bisa belajar mengembangkan usahanya," kata Kepala Bidang Pembinan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Juli Sugiarto di sela-sela acara itu.
Seusai bedah buku, warga juga mendapat yang dibedah itu secara gratis. Juli mengatakan pihaknya sengaja mendekatkan buku kepada masyarakat agar buku tersebut tidak hanya dibaca oleh warga yang ikut bedah buku, namun juga keluarga atau saudaranya sehingga lebih banyak memberikan manfaat.
Kegiatan bedah buku di Desa Srihardono, Pundong, Bantul, ini merupakan yang kesepuluh kali nya digelar DPAD DIY dari total target 60 kali event bedah buku di kabupaten/kota se-DIY. Rangkaian kegiatan bedah buku untuk tahun ini sudah digelar sejak Januari lalu dan akan berakhir pada September mendatang. “Upaya jemput bola kegiatan pembudayaan membaca ini karena berdasarkan hasil survei budaya baca masih minim,” ucap Juli.
Karena itu DPAD DIY selain menyiapkan banyak koleksi buku melalui perputakaan pusat dan perpustakaan di desa-desa yang bisa diakses secara langsung maupun melalui telepon seluler juga mendekatkan buku dengan masyarakat. "Untuk menggugah masyarakat gemar membaca. Mengetahui bahwa buku banyak variannya termasuk buku menjadi wirausaha ini," ujar Juli.
Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Suwardi mendukung dengan adanya pembudayaan membaca melalui bedah buku tersebut. Terlebih narasumbernya juga menghadirkan pelaku usaha langsung dan perwakilan penulis. Sehingga kegiatan itu diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk berwirausaha.
Dia meminta agar tak hanya berhenti sampai bedah buku, namun perlu ada tindak lanjut, "Lembaga di tingkat desa, kecamatan, sampai kabupaten harus mendukung dan mendorong kegiatan wirausaha, apalagi di desa juga sudah ada anggaran yang bisa digunakan," kata Suwardi.
Selain Juli Sugiarto dan Suwardi, yang menjadi narasumber dalam bedah buku tersebut adalah Novita Budi Kurniati, salah satu pendamping Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) DIY, dan Aluh Peni Untari, pelaku usaha kuliner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inggris menghadapi ujian berat melawan tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Faktor Azteca dan ketinggian jadi sorotan.
AI mulai mengancam profesi bergaji tinggi. Gelombang PHK di sektor teknologi dan keuangan menunjukkan perubahan besar pasar kerja global.
Ferrari meluncurkan 12Cilindri Manuale bermesin V12 dengan sensasi transmisi manual modern. Mobil edisi terbatas ini diproduksi 1.499 unit.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Pemkab Bantul meresmikan Jogging Track Paseban sebagai fasilitas olahraga ramah lingkungan dan bagian dari target pembangunan lintasan lari di 17 kapanewon.