Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sosok mayat laki-laki di temukan di sekitar Pantai Trisik, Galur, Kulonprogo, Sabtu (16/2/2019) pagi. Mayat tersebut diduga santri yang hanyut saat mandi di Sungai Bolong, Secang, Magelang, Jawa Tengah, bernama Sofyan, 17.
Jenazah Sofyan pertama kali ditemukan oleh Bayu, 32, seorang nelayan asal Gadingsari, Sanden, Bantul, sekitar pukul 08.30 WIB. Bayu dan temannya Icung, 35 saat itu tengah berangkat mencari ikan di selatan Pantai Trisik. Namun dalam perjalanan menemukan mayat mengapung terombang-ambing di laut.
Temuan tersebut lantas dilaporkan ke Posko Search dan Rescue (SAR) Pantai Baru, Srandakan, karena lokasi penemuan lebih dekat ke posko tersebut. Sejumlah anggota Tim SAR dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Wilayah 4 Bantul langsung diterjunkan untuk mengevakuasi.
"Karena lokasi penemuan lebih dekat dengan Satlinmas Koordinator Wilayah 4 Bantul maka dari tim kami yang mengevakuasi dengan kapal Jukung," kata Sekretaris Satlinmas 4 Bantul, Nugroho, melalui sambungan telepon, Sabtu (16/2/2019).
Setelah dibawa ke pinggir pantai, jenazah langsung diperiksa oleh tim medis dan kepolisian Sektor Galur. Bedasarkan hasil pemeriksaan, kata Nugroho, jenazah itu dipastikan adalah Sofyan, santri yang hanyut di Sungai Balong, Kauman, Secang Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/2/2019) sore lalu. "Setelah diperiksa tadi langsung diserahkan kepada pihak keluarga," kata Nugroho.
Diketahui Sofyan yang merupakan santri Nurul Islam, Kauman, Secang, Magelang, hanyut di Sungai Balong. Saat itu korban bersama dua temannya sedang mandi sekitar pukul 16.00 WIB. Namun arus sungai semakin deras sehingga korban terbawa arus. Sementara dua teman korban berhasil menyelamatkan diri.
Korban akhirnya dapat ditemukan di selatan Pantai Trisik, Galur, Kulonprogo, dengan kondisi luka dibagian kepala dan beberapa anggota tubuh, "Lukanya itu kemungkinan karena benturan batu saat hanyut. Karena hanyut sampai puluhan kilometer kilometer sampai laut," ujar Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.