Segera Diresmikan, Rusunawa Tuksono Kurang Laku

Warga berjalan di depan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Tuksono di Dusun Krebet, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Jumat (15/2/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
16 Februari 2019 10:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tuksono di Dusun Krebet, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo masih sepi peminat padahal penggunaannya akan diresmikan pada 25 Februari 2019.

Rusunawa itu diketahui memiliki fasilitas cukup lengkap serta harga sewa yang tergolong miring. Dari 70 unit yang tersedia, baru ada 10 pendaftar yang akan menghuni rusunawa tersebut. Peresemian pada 25 Februari 2019 akan dilakukan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Suparno memaparkan pemerintah padahal sudah menggencarkan sosialisasi keberadaan Rusunawa Tuksono dengan gencar, lewat web maupun pengumuman di desa-desa serta kecamatan.

Diyakini alasan rendahnya minat masyarakat untuk menghuni rusunawa karena lokasi yang kurang strategis dan jauh dari keramaian. Selain itu, karena rusunawa ini tergolong baru, masyarakat seakan ragu untuk jadi penghuni pertama.

“Mungkin karena letaknya, terus juga yang akan menempati pertama masih saling tunggu. Makanya nanti kalau sudah diacarakan seremonial Bupati [peresmian pada 25 Februari] terus bisa memancing yang lain,” kata Suparno, Jumat (15/2/2019).

Rusunawa di Tuksono seperti halnya rusunawa di Desa Triharjo maupun di Desa Giripeni, Kecamatan Wates. Hunian bertingkat ini diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah dengan minimal penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Syarat lainnya yakni calon penghuni telah berkeluarga dan dipersilakan bersal dari daerah manapun baik dalam maupun luar Kulonprogo.

Meski untuk kalangan menengah ke bawah, fasilitas yang tersedia di rusunawa ini cukup lengkap, antara lain dua ruang tidur, dapur, kamar mandi/WC, ruang jemur, mebel, listrik prabayar 1.300 watt serta meteran air bersih. Ukuran kamar juga tergolong lebih luas dibanding kedua rusunawa yang telah ada, yakni 36 meter persegi.

Selain itu terdapat fasilitas lain meliputi musala, lahan parkir, ruang pertemuan, ipal komunal dan ram bagi penyandang disabilitas. Hunian yang disediakan untuk warga difabel diletakkan di lantai dasar. Untuk saat ini, harga belum dikenakan sewa. Sebatas biaya listrik fasum dan pompa menaikan air Rp100.000 per bulan.

Berdirinya rusunawa di Tuksono tak lepas dari fungsi hunian tersebut untuk ditempati para pekerja yang berada di kawasan Industri di Kecamatan Sentolo. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo, Eko Wisnu Wardana, mengatakan keberadaan rusunawa ini sangat penting.

Ke depan, rusunawa diharapkan menjadi incaran pekerja dari luar daerah dengan adanya NYIA. Hanya saja, terkait dengan masih rendahnya minat menghuni rusun, karena para pekerja saat ini lebih memilih pulang ke rumahnya masing-masing dibandingkan tinggal rusun tersebut.