Wow, 11 Guru di Sleman Akan Berangkat ke Luar Negeri

Bupati Sleman Sri Purnomo saat melakukan foto bersama dengan rombongan sebelas tenaga pendidik yang mengikuti program studi banding ke luar negeri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ruang Praja 1 Komplek Setda Kabupaten Sleman, Senin (25/2/2019). - Ist/Dok
26 Februari 2019 07:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN-- Sebanyak 11 Perwakilan Pendidik dan Tenaga Pendidik (PTK) dari Kabupaten Sleman bakal mengikuti studi banding ke luar negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pelepasan kesebelas tenaga pendidik dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo bertempat di Ruang Praja 1 Komplek Setda Kabupaten Sleman, Senin (25/2/2019).

Kesebelas PTK tersebut terdiri dari 1 orang Pengawas SMP, 3 Orang Kepala Sekolah, 3 orang Guru SD, dan 4 orang Guru SMP.

11 PTK dari Kabupaten Sleman bersama 1000 PTK dari seluruh indonesia akan mengenyam pendidikan dan pelatihan selama 3 minggu di negara tujuan masing – masing. Program yang akan terlaksana pada akhir bulan februari 2019 hingga akhir maret tersebut rencananya akan dilepas langsung oleh Presiden RI pada 28 Februari 2019.

Adapun, negara tujuan dari program pendidikan dan pelatihan tersebut berada di kawasan Asia, Pasifik, dan Eropa, diantaranya adalah Singapura, Thailand, Malaysia, China, Korea Selatan, India, Mesir, Australia, Selandia Baru, Jerman, Belanda, dan Prancis.

Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Pendidik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam upaya menguasai keterampilan, wawasan, dan pengetahuan dan daya saing dalam menyonsong era revolusi industri 4.0.

Kepala Dinas Pendidikan, Sri Wantini, yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan seluruh peserta yang mengikuti studi banding ke luar negeri tersebut akan dikumpulkan kembali untuk menyusun laporan dan melakukan tindak langsung yang akan dikordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia juga berharap para peserta bisa menjadi agen perubahan pendidikan di Kabupaten Sleman, dan bertanggung jawab untuk menerapkan ilmu yang didapat diluar negeri kepada guru, sekolah, dan pengawas di Kabupaten Sleman.

Bidang pelatihan yang diutamakan adalah bidang yang menjadi prioritas pemerintah saat ini, yakni bidang pertanian, pariwisata, kemaritiman, industri kreatif dan energi terbarukan.

Pada pelepasan tersebut, Sri Purnomo sempat memberikan selamat kepada para peserta yang terpilih menjadi duta di Kabupaten Sleman untuk melakukan Studi Banding di luar negeri.

Ia berharap kepada para peserta studi Banding untuk menimba ilmu semaksimal mungkin. “Sehingga dapat dimanfaatkan atau diterapkan apa yang cocok untuk pendidikan di Sleman,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada para peserta untuk dapat membawa baik nama Kabupaten Sleman. “Sebagai duta Kabupaten Sleman menyampaikan informasi yang positif tentang Sleman, tentang DIY, dan tentang Indonesia, “ tutupnya.