Tol Bawen-Jogja Bikin Distribusi Barang ke Pelabuhan Lebih Efisien
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Dosen Prodi Teknik Industri, Program Sarjana FTI UII Joko Sulistio (kiri) bersama akademisi dari Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Andrie Pasca Hendradewa (kanan). /Ist-Humas FTI UII.
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah memiliki kewajiban dalam memantau rantai pasokan industri strategis. Hal itu sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945. Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus membahas persoanal ini melalui penelitian berjudul Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Sesuai dengan Nilai-nilai Pasal 33 UUD 1945.
Dosen Prodi Teknik Industri, Program Sarjana FTI UII Joko Sulistio mengatakan pasal 33 UUD 1945 dengan jelas menyatakan bahwa semua faktor produksi yang memiliki peran penting dalam peri kehidupan bermasyarakat di wilayah Indonesia akan dikuasai oleh negara dan akan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Begitu juga UU No.3/2014 tentang perindustrian pasal 84 menyebutkan cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak merupakan industri strategis.
"Dalam konteks operasional, pemerintah bertanggung jawab atas ekplorasi, eksploitasi, produksi dan distribusi dari cabang produksi tersebut," terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (28/2/2019).
Ia mengatakan, dengan demikian pemerintah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pengelolaan dan pengendalian rantai pasok (supply chain management) industri strategis di Indonesia. Menurutnya, penelitian yang ia lakukan berusaha untuk mendiskusikan pengukuran kinerja, karena sistem akan sulit untuk ditingkatkan kinerjanya apabila tidak memiliki indikator yang terukur.
Penelitian itu, kata dia, menghasilkan framework pengukuran kinerja yang sesuai dengan prinsip dalam Pasal 33 UUD 1945. Framework pengukuran kinerja rantai pasok diturunkan dari pembukaan UUD 1945 dan pasal 33 UUD 1945 perubahan keempat.
"Framework harus disusun dalam bentuk fungsional untuk memastikan peranan pihak yang terlibat di rantai pasok. Model pengukuran rantai pasok terdiri dari dua hal yaitu atribut kinerja dan indikator kunci," ujarnya.
Akademisi dari Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Andrie Pasca Hendradewa mengatakan, pihaknya menawarkan sejumlah atribut kerja dalam penelitian itu. Antara lain kenadalan, kelestarian, biaya, hingga model kepemilikan atau percent goverment ownership.
"Ini dibangun melalui penelitian ini secara teoritis. Tahapan selanjutnya adalah mengujinya dengan menerapkan di salah satu industri strategis secara empirik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.