Advertisement
KAMPANYE OBAT TERLARANG: Narkoba Bukan Gaya Hidup
Penandatanganan kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, di Rektorat, Jumat (8/3/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menjalin kerja sama memerangi narkotika, dengan penandatanganan nota kesepahaman dan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Pencegahan BNN dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI Jogja, di Rektorat, Jumat (8/3/2019).
Deputi Bidang Pencegahan BNN Ali Johardi mengatakan upaya pencegahan saat ini lebih pada mempengaruhi pola pikir generasi milenial supaya jangan beranggapan narkoba adalah bagian gaya hidup, tetapi narkoba adalah musuh setiap orang dan bangsa.
Advertisement
Ia mengatakan narkoba saat ini tidak hanya ditransaksikan secara langsung, tetapi mulai merambah media sosial. “Saya cuma bisa mengatakan tidak ada satu tempat atau status sosial yang steril dengan masalah narkotika, kemungkinan itu selalu ada,” jelas Ali.
Berbagai upaya, dikatakan Ali, telah dilakukan BNN salah satunya dengan sosial media center, untuk menangkap semua isu tentang narkoba di masyarakat. BNN melihat trend dan dinamika setiap hari dan real time, agar BNN bisa memberikan terapi dan antisipasi kepada masyarakat.
Ali berharap dengan kerja sama bersama ISI Jogja ini dapat mencegah peredaran narkotika, terutama di lingkungan kampus maupun masyarakat secara umum. “Pencegahan bisa melalui seni rupa, seni peran, maupun media rekam dan mempengaruhi gaya hidup untuk menolak narkotika,” kata dia.
Pembantu Rektor 1 ISI Jogja Prof. I Wayan Dana mengharapkan kerja sama ini tidak sekadar formalitas penandatanganan, tetapi dapat berjalan dengan baik. “Harapan kami kerja sama ini tidak tidur tetapi dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Menurut Wayan, ISI Jogja memiliki sekitar 6.000 civitas academica yang akan turut mendukung kerja sama ini. Kerja sama dalam pencegahan narkoba bisa diwujudkan dengan seni pertunjukan yang mengangkat tema pencegahan narkotika, atau melalui media rekam film, dan berbagai karya lainnya.
Mengingat dalam waktu dekat juga penerimaan mahasiswa baru, menurut Wayan, penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang bahaya narkotika. “Paling tidak dimulai dari lingkungan kampus dulu pencegahannya, nanti dengan berbagai pertunjukan atau karya lain juga ke masyarakat luas,” jelas Wayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









