Advertisement

Tak Semua Mitra Setujui Aksi Front Indonesia

Abdul Hamied Razak
Kamis, 11 April 2019 - 14:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Tak Semua Mitra Setujui Aksi Front Indonesia Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Mayoritas mitra pengemudi transportasi online di Jogja menolak ajakan aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi ke pihak aplikator. Cara perundingan dinilai lebih tepat tanpa berpotensi mengganggu aktivitas kerja harian.

Handrianto dari Paguyuban GOJEK Jogja (Pagoja) mengatakan pihaknya menolak aksi demo yang dilakukan oleh mitra kerja Gojek roda empat. Terlebih jika demo tersebut tidak mengindahkan aturan-aturan yang ada.

Advertisement

"Misalnya, yang dikhawatirkan kalau sampai menutup kantor Gojek di Jogja, kami akan kesulitan kalau mengurus sesuatu keperluan ke kantor,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Pagoja, katanya, belajar dari bagaimana kejadian di Magelang belum lama ini. Akibat aksi demo yang dilakukan para mitra, kantor Gojek di sana tidak bisa beroperasi. Para mitra kerja lainnya yang tidak ikut demo menemui kesulitan karena harus mengurus segala sesuatunya di Jogja.

"Nah begitu juga sekarang. Kalau sampai kejadian seperti di Magelang terus dipindah ke Semarang, kalau ngurus-ngurus sesuatu jadi lebih jauh lagi," kata Handrianto.

Maka, lanjutnya, Pagoja berharap aksi yang digelar mitra Gojek tersebut tidak merugikan driver lain. Alasannya, hal itu menyangkut pencarian sandang pangan untuk keluarga. Pagoja menyarankan kepada para mitra yang melakukan aksi agar menempuh mediasi. Terlebih, menurutnya, di Gojek selalu ada ruang untuk menyampaikan aspirasi.

"Kalau tidak ada solusi lain selain melakukan demo, kami khawatir akan menutup kantor Gojek di Jogja,” katanya.

Para peserta aksi demo di Jogja, katanya, merupakan mitra pengemudi roda empat yang sudah diputus mitra kerja oleh Gojek. Mereka terindikasi melanggar sistem kerja seperti order fiktif berulang kali. Sebelumnya, pada Selasa (9/4/2019) para mitra yang tergabung dalam Front Independen Driver Online Indonesia (FI) mengumumkan aksi demo berupa mogok makan.

"Aksi ini tetap kami lanjutkan hari ini [kemarin] sampai pihak Gojek memenuhi tuntutan kami," kata Presiden Front Indonesia Sabar Gimbal.

Mereka menuntut beberapa poin, mulai pemutihan atau pemutakhiran data akun mitra driver PT Gojek Indonesia dan Grab Indonesia. FI juga meminta dihapus sistem peringkat dan alokasi order dan menuntut pengembalian jumlah poin skema insentif. Peserta aksi juga meminta Gojek untuk meninjau ulang perjanjian kemitraan untuk lebih berazaskan kesetaraan dan berkeadilan.

Adapun Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs Gojek mengatakan terkait permintaan FI Indonesia pihaknya menghormati aspirasi dari seluruh mitra kerja. "Kami selalu membuka ruang diskusi dua arah antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar. Kami sudah menjaring masukan dari Kopdar terkait permintaan pemutihan. Kami sedang merancang skema peringatan dini sebelum mitra terkena Suspen," katanya.

Berdasarkan rapat di Kementerian Perhubungan di Jakarta antara Perwakilan Driver, Aplikator dan Kementerian Perhubungan pada tanggal 9 April 2019, maka mekanisme penyelesaian untuk permasalahan open suspend akan ditampung oleh Kementerian Perhubungan. Hal ini bisa dilakukan oleh seluruh mitra/komunitas driver dengan memberikan daftar mitra untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.

"Kami akan melakukan evaluasi berdasarkan data kami sendiri dan dari nama yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, evaluasi akan dilakukan berdasarkan sistem dan kebijakan supensi yang baru," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement