Buntut Ricuh, FPI DIY Resmi Melapor ke Polsek Gamping

Ilustrasi. - Harian Jogja
10 April 2019 13:47 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Buntut kericuhan yang terjadi di markas Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng, Jln. Wates Km 8, Gamping, Sleman pada Minggu (7/4/2019) siang berujung laporan polisi. Melalui kuasa hukumnya, Ketua FPI DIY Bambang Tedy melapor ke Polsek Gamping, Selasa (9/4/2019) malam.

"[Laporan] ini kan kemarin terkait kejadian hari Minggu siang, ada perusakan di rumah Pak Haji Bambang Tedy, klien saya, akibat dari perusakan, kaca depan mobil jip pecah, kap mesin mobil sedan rusak, serta kaca rumah pecah dan bendera rusak. Terkait kejadian tersebut kami melaporkan ke pihak kepolisian," kata kuasa hukum Bambang Tedy, Agung Wijaya Wardana, Rabu (10/4/2019).

Dasar pelaporan tersebut, kata dia lantaran adanya dugaan tindak pidana perusakan secara bersama-sama yang dilakukan oleh simpatisan partai politik tertentu. 

“Diduga pelakunya sekelompok massa yang hendak kampanye, yang dilaporkan ya pihak yang merusak itu, nanti pihak kepolisian yang menindaklanjuti dan mengidentifikasi,” ujar dia.

Dalam laporan tersebut, dia juga turut menyertakan barang bukti berupa rekaman CCTV dan rekaman ponsel.  "Kami berharap pelaku perusakan dapat diproses hukum. Rekaman CCTV dan rekaman HP sudah diserahkan ke polisi, kami juga siapkan sekitar empat orang saksi yang saat kejadian di lokasi," ucap dia.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan penyelidikan peristiwa tersebut akan dilakukan sama seperti kasus-kasus lain pada umumnya. “Kasus ini ditangani Polsek Gamping, kami hanya memonitor,” kata Anggaito.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan yang melibatkan sekelompok orang terjadi di Jl. Wates Km. 8, Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu, sekitar pukul 11.00 WIB. “Keributan terjadi antara massa PDIP dengan sebagian warga pereng dawe (FPI), kejadian sekitar pukul 11.00 WIB saat rombongan massa PDIP hendak menghadiri kampanye paslon no 01 di Wates Kulonprogo,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto.

Info sementara yang diterima, kata Yuliyanto, penyebab kericuhan adalah saling ejek kemudian berlanjut saling lempar batu, namun kemudian berhasil diamankan oleh aparat Polri bersama dengan TNI. “Peristiwa berlangsung sekitar 10 menit. Sore hari sampai malam hari ketika rombongan massa PDIP melewati gamping juga tidak ada masalah, polisi melakukan penjagaan di titik yang dianggap rawan,” ujar dia.