Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Alat peraga kampanye banyak dipasang di beberapa lokasi, salah satunya terpasang di pohon di Jalan Kebon Agung, Desa Sinduadi, Mlati, Rabu (7/11/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA-Masa tenang kampanye pemilu akan dimulai pada Senin (14/4/2019) hingga hari pemungutan suara. Selama rentang waktu itu, semua peserta pemilu tidak diperkenankan berkampanye atau memasang Alat Peraga kampanye (APK).
Ketua bawaslu Kota Jogja, Agus Inharto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.500 personil untuk patrol keliling mengamankan masa tenang. Personil ini nantinya akan dibagi mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga TPS.
selain memastikan tidak ada aktivitas kampanye, patroli keliling juga bertugas mengantisipasi terjadinya politik uang atau hasutan berbau Suku, Ras, Agama, dan Antar golongan (SARA). “Sampai ke lapangan atau TPS, kami antisipasi agar tidak terjadi politik uang,” katanya kepada harian Jogja, Sabtu (13/4/2019).
Jika nantinya menemukan praktek politik uang atau hasutan berbau SARA, tim patrol akan mengupayakan pencegahan dulu, tapi jika sudah terlanjur terjadi, maka tidak ada pilihan selain menindak. Dalam hal ini Bawaslu telah menyiapkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), yang terdiri dari Bawaslu, Reskrim dan Kejaksaan.
Sementara itu, Bawaslu Kota Jogja bekerjasama dengan Satpol PP untuk mencopoti APK yang masih terpasang selama masa tenang. Agus mengatakan, pencopotan dari pihaknya akan dilakukan pada Senin (15/4/2019) dan Selasa (16/4/2019). “Tapi kalau dari Panwaslu Kecamatan sudah dicicil mulai tanggal 14,” kata Agus.
Subandono, Calon Legislatif DPRD Kota Jogja Dapil 3 dari PDIP, mengatakan ia beserta timnya mulai mencopoti APK sejak Sabtu (13/4/2019) pagi. Sebelumnya ia telah memasang sekitar 100 APK berupa banner, bendera dan stiker di beberapa titik, terutama yang menjadi dapilnya, yakni Tegalrejo, Jetis dan Gedongtengen. “Nanti malam dilanjut sama tim saya nyopoti APK,” katanya.
Ketua Umum DPD PKS Kota Jogja, Muhammad Syafi’i, menjelaskan ia telah menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mencopot seluruh APK mulai Sabtu (13/4/2019) malam. Ia sendiri tidak memiliki data yang tepat terkait jumlah APK, namun diperkirakan sekitar 5.000, yang terdiri dari spanduk, rontek dan baliho.
“Tapi kemungkinan bisa sampai dua sampai tiga malam baru selesai semua,” kata Syafi’i melalui telfon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Perkembangan chipset dan AI membuat HP murah kini mampu menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di smartphone flagship. Simak alasan perbedaannya semakin ti
Estonia dinobatkan sebagai negara terbersih di dunia versi Environmental Performance Index 2024. Simak daftar 10 besar dan posisi Indonesia dalam peringkat glob
Pendidikan karakter dinilai menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi dan budaya yang berlangsung cepat.
Qualcomm akui pangsa modem di iPhone 18 Pro turun drastis, isyaratkan Apple C2 makin dominan. Simak analisis dampaknya.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir