Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Salah satu adegan saat digelarnya simulasi bencana gempa bumi di Lapangan RW 14, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Minggu (21/4/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 200 warga dari Kampung Kepuh dan Balapan di Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, mengikuti simulasi penanganan gempa bumi, di Lapangan RW 14, Klitren, Minggu (21/4/2019). Simulasi ini menjadi puncak kegiatan sosialisais tanggap bencana dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Jogja terkait dengan perintisan Kampung Tangguh Bencana (KTB).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jgja, Hari Wahyudi, mengatakan KTB merupakan upaya pemerintah mengajak masyarakat untuk menjadi agen pengurangan risiko bencana. Ia berharap sukarelawan yang terdaftar dalam KTB bisa menyebarkan ilmu tentang penanggulangan bencana yang telah dipelajari dalam satu bulan terakhir.
Sebelum simulasi, masyarakat Kepuh dan Balapan terlebih dahulu diberi materi-materi dasar tentang penanggulangan bencana. BPBD memberi pelatihan materi tersebut dalam 14 kali pertemuan. “Puncaknya, digelar simulasi bencana. Saya harap KTB bisa menularkan ilmunya lewat berbagai media dan ajang, seperti melalui obrolan, PKK, angkringan,” katanya.
Camat Gondokusuman, Guritno, mengapresiasi warga yang telah bersedia terlibat dalam simulasi bencana ini. Dia berpesan agar KTB Kepuh-Balapan tidak sekadar mencatatkan namanya saja dala daftar KTB Jogja, tapi harus bisa berkontribusi pada Jogja. “Bisa jadi semangat bersama dari masyarakat, pemerintah untuk nyengkuyung segala bentuk kebaikan,” katanya.
Pada tahap penyuluhan, BPBD dan warga telah menganalisis potensi bencana apa saja yang dimiliki Kelurahan Klitren, diantaraya gempa bumi, angin kencang, kebakaran dan erupsi Merapi. Setelah mengetahui potensi bencananya, baru dipelajari bagaimana antisipasi dan penanggulangannya.
Fasilitator BPBD Jogja, Suprabowo, menjelaskan setiap bencana dan lokasi memiliki tingkat kerentanan masing-masing. Sebut saja misalnya di Klitren, dengan potensi bencana gempa bumi, yang menjadi kerentanan adalah rumah yang tidak tahan gempa dan jalur evakuasi yang sempit.
Ada pula kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak, yang menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana. Dalam simulasi ini, disediakan pula ambulans, dapur umum, pos kesehatan, tenda pengungsi, mobil bak terbuka dan keperluan situasi darurat lainnya.
Simulasi dimulai dengan terjadinya gempa bumi, lalu evakuasi oleh sukarelawan di sejumlah titik, kemudian korban dan warga lainnya dikumpulkan di tenda pengungsian, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Masyarakat di sini diberi pemahaman, kalau terjadi gempa harus bagaimana,” kata Suprabowo.
Setelah simulasi, sekitar 40 anggota KTB Kepuh-Balapan dikukuhkan. Mereka juga akan mendapat bantuan dari pemerintah berupa peralatan penanggulangan bencana seperti sepeda motor roda tiga, genset, mesin pompa, mesin gergaji, dan tali-temali. “Kami menargetkan tahun ini akan menambah sembilan KTB, sehingga jumlahnya menjadi 110 KTB,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.