Pembangunan JJLS di Gunungkidul Dilanjutkan

Proyek JJLS - JIBI
22 April 2019 20:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 15,30 kilometer dilanjutkan tahun ini. Sampai saat ini pembangunan jalan di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa yang melintasi Bumi Handayani baru mencapai 40% atau sepanjang 32,2 kilometer dari total sepanjang 82,2 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan pelaksanakan pekerjaan JJLS sepanjang 15 kilometer dilaksanakan mulai 2019 sampai 2021. Eddy mengaku jajarannya hanya diberitahu perihal pembangunan tersebut. "Kami hanya diundang saja, selebihnya satuan kerja [satker] yang ada di provinsi yang menjadi pelaksana proyek," ucapnya, Senin (22/4/2019).

Menurut Eddy, saat ini pembangunan JJLS dimulai di tiga kecamatan yaitu Rongkop, Girisubo, dan Panggang. Ia berharap setelah tuntas sepenuhnya, JJLS dapat bermanfaat bagi warga. "Manfaatnya bisa berdampak di bidang perekonomian serta pariwisata," katanya.

Berdasarkan data dari website Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dari panjang jalan 15,30 kilometer tersebut kontrak yang dikerjakan di wilayah Gunungkidul meliputi lot-5 yakni ruas Jerukwudel-Baron-Duwet sepanjang 10,60 kilometer dengan waktu konstruksi 30 bulan. Proyek tersebut menghabiskan biaya Rp282,4 miliar dengan pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Aneka Dharma Persada. Untuk lot-4 meliputi ruas Legundi-Planjan sepanjang 4,70 kilometer dengan anggaran sekitar Rp96 miliar dan waktu konstruksi 18 bulan dilaksanakan oleh PT Istaka Karya.

Sedangkan sisa ruas JJLS yang harus dibangun masih sepanjang 33,14 kilometer atau 28,55%. Sisa jalan tersebut berada di ruas Kretek-Girijati sepanjang lima kilometer; Planjan-Baron-Tepus sepanjang 10,24 kilometer; serta Tepus-Jeruk Wudel sepanjang 17,90 kilometer. Saat ini ketiga ruas tersebut masih dalam tahap persiapan tender.