Ratusan Petugas KPPS Tewas, Bawaslu DIY Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Komisioner Bawaslu DIY dan anggota Rumah Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang tanda berkabung, di depan kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
02 Mei 2019 21:52 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY bersama organisasi Rumah Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung atas meninggalnya sejumlah jajaran pelaksana dan pengawas pemilu 2019, di kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun Rumah Indonesia, hingga Selasa (30/4/2019) lalu, tercatat ratusan korban jiwa dalam pelaksanaan pemilu, dengan rincian, 380 jiwa anggota KPPS, 72 jiwa dari unsur bawaslu, 22 jiwa dari unsur kepolisian, dan 2.232 orang dengan kondisi sakit berat maupun ringan.

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, mengatakan korban sakit hingga tidak bisa melaksanakan tugas dari tim pengawas di DIY mencapai 27 orang. Sebagian sudah sembuh, sebagian masih dirawat di rumah sakit. Internal Bawaslu telah memberi santunan sukarela kepada para korban.

Adapun santunan dari pemerintah juga sudah dianggarkan, tapi memang belum sampai diberikan. Sampai saat ini kata Bagus, masih dibahas bagaimana teknis penyampaiannya. “Bawaslu RI sedang membahas di Bandung, belum konkrit tapi kebijakan besarnya sudah ada,” katanya.

Ia mengatakan, banyaknya korban berjatuhan dalam pemilu kali ini harus menjadi evaluasi bersama. Ia berharap pelaksanaan pemilu selanjutnya tidak mengorbankan satu nyawa pun. “Ini PR bersama pasca pelaksanaan pemilu, meski begitu proses pemilu sekarang tetap berlangsung,” kata Bagus.

Salah satu anggota Rumah Indonesia, Ni’matul Huda, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Bawaslu dan pelaksana pemilu pada umnya, diantaraya, pertama, agar memberi penghargaan bagi para korban selama pelaksanaan pemilu 2019.

Kedua membentuk tim independen untuk menyelidiki dan mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu 2019, dan ketiga, agar setelah pemilu selesai, kita semua kembali merawat keindonesiaan, tidak lagi terbelah dalam kubu-kubu. “karena pasca pemilu kita masih punya banyak pekerjaan,” katanya.