WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Komisioner Bawaslu DIY dan anggota Rumah Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang tanda berkabung, di depan kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY bersama organisasi Rumah Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung atas meninggalnya sejumlah jajaran pelaksana dan pengawas pemilu 2019, di kantor Bawaslu DIY, Kamis (2/5/2019).
Berdasarkan data yang dihimpun Rumah Indonesia, hingga Selasa (30/4/2019) lalu, tercatat ratusan korban jiwa dalam pelaksanaan pemilu, dengan rincian, 380 jiwa anggota KPPS, 72 jiwa dari unsur bawaslu, 22 jiwa dari unsur kepolisian, dan 2.232 orang dengan kondisi sakit berat maupun ringan.
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, mengatakan korban sakit hingga tidak bisa melaksanakan tugas dari tim pengawas di DIY mencapai 27 orang. Sebagian sudah sembuh, sebagian masih dirawat di rumah sakit. Internal Bawaslu telah memberi santunan sukarela kepada para korban.
Adapun santunan dari pemerintah juga sudah dianggarkan, tapi memang belum sampai diberikan. Sampai saat ini kata Bagus, masih dibahas bagaimana teknis penyampaiannya. “Bawaslu RI sedang membahas di Bandung, belum konkrit tapi kebijakan besarnya sudah ada,” katanya.
Ia mengatakan, banyaknya korban berjatuhan dalam pemilu kali ini harus menjadi evaluasi bersama. Ia berharap pelaksanaan pemilu selanjutnya tidak mengorbankan satu nyawa pun. “Ini PR bersama pasca pelaksanaan pemilu, meski begitu proses pemilu sekarang tetap berlangsung,” kata Bagus.
Salah satu anggota Rumah Indonesia, Ni’matul Huda, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Bawaslu dan pelaksana pemilu pada umnya, diantaraya, pertama, agar memberi penghargaan bagi para korban selama pelaksanaan pemilu 2019.
Kedua membentuk tim independen untuk menyelidiki dan mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu 2019, dan ketiga, agar setelah pemilu selesai, kita semua kembali merawat keindonesiaan, tidak lagi terbelah dalam kubu-kubu. “karena pasca pemilu kita masih punya banyak pekerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.