Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Peserta memasukkan surat suara ke dalam kotak suara di kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk persiapan Pemilu 2019 di Gedung Taman Budaya Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, Kamis (4/4/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo memberikan catatan evaluasi terhadap gelaran pemilu tahun ini. Diharapkan, gelaran pemilu serentak pileg dan pilpres bisa ditinjau ulang karena membuat banyaknya kejadian human error.
Ketua Bawaslu Kulonprogo, Ria Herlinawati mengatakan setiap akhir proses pemilu harus dilakukan evaluasi. "Evaluasi dilakukan agar ke depannya bisa menemukan format yang tepat untuk pelaksanaan pemilu yang lebih efektif dan berkualitas," ujarnya pada Selasa (7/5/2019).
Menurutnya, gelaran pemilu tahun ini yang dilakukan secara serentak baik pileg maupun pilpres perlu ditinjau ulang. Ia mengatakan, dengan dilakukan secara serentak, membuat setiap proses pemilu terasa melelahkan.
"Faktor kelelahan penyelenggara pemilu juga sangat berpotensi terhadap human error yang bisa menimbulkan kesalahan tata cara atau prosedur pelaksanaan pemilu," jelasnya.
Kesalahan prosedur dan tata cara pemilu membuat adanya pelanggaran administrasi. Padahal, menurut Ria, pelanggaran apapun harus diantisipasi dan dicegah.
Selain itu, pihaknya mendorong agar ke depan regulasi terkait pemilu bisa disahkan jauh-jauh hari sebelum pencoblosan. "Jangan terlalu mepet dengan pelaksanaan sehingga para penyelenggara pemilu juga bisa lebih optimal dalam menyiapkan proses penyelenggaraan pemilu," ujarnya.
Di Kulonprogo ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kedua TPS tersebut menggelar PSU karena adanya kesalahan tata cara dan prosedur pemungutan suara akibat kelalaian petugas.
Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan, gelaran pemilu tahun ini berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah seperti kurangnya partisipasi dari difabel dan masih ditemukannya kesalahan tata cara pemungutan suara oleh petugas.
"Pelaksanaan pemilu tahun ini berjalan lancar. Sebagaimana di daerah lain, Pemilu 2019 juga diwarnai dengan adanya beberapa penyelenggara pemilu yang sakit setelah pelaksanaan penghitungan suara, meskipun jumlahnya tidak besar. Beberapa diantaranya sudah dalam masa pemulihan," ungkap Ibah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Dewa United menang 3-1 atas Borneo FC di Stadion Segiri lewat gol Johnathan Pereira dan dua gol Denilson.
Nusron Wahid dua kali absen rapat Komisi II DPR. Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyebut Nusron memiliki penugasan lain yang terjadwal.
Kaspersky menemukan lebih dari 1.000 email phishing yang menyamar sebagai Zoom dan DocuSign serta menyasar akun perusahaan.
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.