Ada Bandara, BLK Perlu Jadi Solusi Ketenagakerjaan di Kulonprogo

Pembangunan terminal Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, Sabtu (6/4/2019). - Harian Jogja/Budi Cahyana
18 Mei 2019 13:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :


Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo perlu diimbangi dengan keseriusan pemerintah setempat dalam meningkatkan kecakapan tenaga kerja. Hal ini menjadi tugas Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menjawab permasalahan tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ermalena dalam kunjungannya bersama rombongan DPR RI di Kulonprogo, Jumat (17/5/2019). Adapun kunjungan ini dalam rangka pengembangan skill dari setiap sumber daya manusia (SDM) agar tercipta karya yang berkualitas seiring adanya bandara di Kulonprogo.

"Peran BLK yang sesungguhnya terletak bagaimana mampu mengatasi agar jangan sampai anak-anak Kulonprogo menjadi penonton di tempatnya sendiri. Diharapkan anak-anak mampu mengisi tempat dengan posisi strategis di peluang kerja yang ada," kata Ermalena.

Ermalena mengatakan ketenagakerjaan di Kulonprogo menjadi masalah tersendiri yang perlu diperhatikan. Sebab adanya bandara dan beberapa peluang kerja akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Namun, peluang besar ini masih perlu dipertanyakan ihwal kualitas SDM, apakah sudah sesuai atau belum.

Bupati Hasto Wardoyo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan sejak YIA berdiri, peluang kerja bagi masyarakat Kulonprogo terbuka lebar. Hal ini lanjutnya harus dimanfaatkan bagi calon pekerja, tapi bukan hanya untuk sekadar mengisi kekosongan peluang, lebih dari itu perlu diimbangi kualitas yang baik.

Atas hal itu kata Hasto BLK hadir menjadi tulang punggung dalam mencetak pekerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.  Pemerintah juga berperan dalam menginisiasi program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding BLK yang memfokuskan pada pembinaan SDM berdasarkan kejuruan yang mudah dan terarah.

"Kami juga mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kejuruan unggulan, pembinaan instruktur serta peningkatan reputasi BLK,” ujarnya.