Siap-Siap Jogja Macet, Jumlah Kendaraan Pemudik Lebaran Tahun Ini Diprediksi Naik

Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
20 Mei 2019 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Arus kendaraan bermotor pada musim mudik tahun ini diprediksi naik hingga 10%. Kondisi tersebut terjadi karena aksesibilitas masyarakat semakin mudah dengan infrastruktur jalan yang memadai.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapta Raharjo mengatakan arus mudik tahun ini dipengaruhi banyaknya akses jalan seperti tol (jalan bebas hambatan) yang memadai. Dishub kemudian memprediksi jumlah kendaraan darat yang akan melintas di DIY akan mengalami kenaikan. "Awalnya kami prediksi naik sekitar 5 persen. Tetapi Sultan (Gubernur DIY) memperkirakan angkanya lebih dari itu," kata Sigit usai menghadiri Rapat Forkompinda di Kompleks Kepatihan, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan penghitungan ulang, Dishub memperkirakan kenaikan jumlah kendaraan sekitar 10%. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan bermotor, Dishub akan menambah jumlah personil. Terutama di pintu masuk ke wilayah Jogja di sisi Timur, seperti di Prambanan dan Piyungan. Selain itu, Dishub juga menyiapkan jalur alternatif untuk mencegah kendaraan dari arah timur masuk ke Ringroad.

"Agar mereka tidak masuk ke Kota Jogja, maka arus kendaraan akan diarahkan ke Piyungan ataupun ke arah Sleman melalui Bogem," katanya.

Selain itu, di daerah Klaten pihaknya sudah meminta agar ada pengalihan arus dilakukan di sekitar Kecamatan Wedi. Kendaraan akan diarahkan ke kanan sehingga tembus di sebelah utara Prambanan. Kebijakan itu diharapkan bisa mengurangi kepadatan di jalur utama Jogja-Solo.

Untuk mengurangi kemacetan di Kota Jogja, Dishub akan menambah durasi lampu hijau bagi kendaraan ke luar kota. Disinggung soal pembangunan underpass Kentungan, Sigit mengatakan proses pembangunan jalan tersebut akan dihentikan H-10 nanti. "Jalur Kentungan pada H-10 bisa dilalui seperti biasa. Ada sisa jalan 7 meter baik di sisi Utara maupun Selatan. Jadi ini tidak berpengaruh hanya sedikit lambat. Begitu juga dengan Jalan Gito-Gati sudah jadi dan bisa dilalui meskipun lambat," katanya.