Advertisement
Ingat, Pemudik Mesti Patuhi Aturan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM), Prof.Agus Taufik Mulyono menyebut pemerintah pusat sudah mempersiapkan arus mudik 2019 dengan sangat baik. Dengan demikian, yang terpenting saat ini adalah kepatuhan para pemudik.
Taufik juga meminta para pemudik untuk berkendara dengan adil dan tidak egois di jalanan. Pentingnya pemudik untuk turut andil dalam menciptakan berlalu-lintas nyaman dan aman saat mudik, mengingat pemerintah sudah optimal untuk memberi pelayanan kepada pemudik. Baik itu dari segi sarana dan prasarana, serta kebijakan. Bahkan persiapan tersebut sudah memenuhi keempat hal utama yang harus dipenuhi dalam transportasi, yakni ketepatan waktu, keterjangkauan biaya, keselamatan, dan keamanan. Meliputi perbaikan pelayanan di simpul-simpul, seperti terminal, stasiun, bandara serta pelabuhan.
Advertisement
"Perbaikan ini penting, karena simpul memengaruhi nilai waktu yang vital dalam transportasi," kata dia, Sabtu (1/6/2019).
Ia menambahkan, pengadaan jalan tol baru juga turut meningkatkan pelayanan ini. Namun, pemerintah daerah tidak mendukungnya dengan penerapan kebijakan transportasi yang tepat di jalan arteri yang dekat dengan pintu keluar tol. Seringnya jalan arteri setelah keluar tol macet. Tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk membuat rekayasa arus lalu lintas atau pelebaran jalan.
Ia menyatakan, salah satu masalah besar kaitan transportasi pada umumnya adalah banyaknya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia. Kendaraan bermotor di Indonesia, utamanya roda dua telah merebut ruang milik jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Hal yang membuat Taufik lebih khawatir adalah jumlah kendaraan tersebut semakin meningkat tiap tahun.
"Ketidakselarasan kebijakan dari kementerian di parlemen juga turut andil terhadap pertumbuhan ini. Ketika beberapa kementerian berusaha mengupayakan kelancaran transportasi, lainnya ternyata sedang mengejar target peningkatan pendapatan negeri di sektor industri otomatif," ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Taufik menyarankan beberapa cara untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor, seperti pembatasan usia kendaraan dan pelarangan motor di jalan arteri. Namun, menurutnya, hal itu tidak akan tercapai tanpa adanya kerja sama dari berbagai sektor. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









