4 Nyawa Melayang di Jalanan, Ini Sejumlah Rute Rawan Kecelakaan di Bantul

Ilustrasi kecelakaan - Ist
13 Juni 2019 00:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan selama Operasi Ketupat Progo 2019 atau operasi pengamanan lebaran yang dimulai sejak 29 Mei hingga 10 Juni lalu. Polisi menyebut kecelakaan karena kelalaian pengendara.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova Madang Putri mengatakan total kejadian kecelakaan di Bantul selama Operasi Ketupat Progo 2019 sebanyak 19 kejadian, dengan korban meninggal empat orang, luka ringan 25 orang, dan total kerugian materi sebanyak sekitar Rp10,9 juta.

Kecelakaan terbanyak di Jalan Srandakan, Jalan Bantul, dan Jalan Parangtritis. Jalur tersebut selama ini diakuinya memang rawan karena jalur lurus dan lebar sehingga memacu pengendara untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sementara banyak juga persimpangan di jalur tersebut.

Kendati demikian, Cerryn mengatakan angka kecelakaan pada Operasi Ketupat Progo tahun ini menurun jika dibandingkan Operasi Ketupat Progo tahun lalu. “Tahun lalu kejadian ]selama Operasi Ketupat Progo] ada 23 kasus kecelakaan, tahun ini tercatat 19 kejadian. Tapi tahun ini korban meninggal ada empat orang,” kata Cerryn, melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Meski jumlah kecelakaan menurun, namun Cerryn mengaku petugas pengamanan jalur di lapangan sempat keteteran terutama setelah lebaran kedua dan ketiga. Arus balik di Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri Timur tiba-tiba padat. Kondisi tersebut sebelumnya tidak terprediksi sehingga petugas tidak terlalu banyak.

Akhirnya sejumlah petugas di beberapa jalurpun diperbantukan untuk mengatur lalu lintas pada H+2 hingga H+4 lebaran, “Kami kerahkan petugas tambahan dan tim urai kepadatan merapat ke Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri dan terkondisi dengan baik meski ada penumpukan kendaraan,” kata dia.

Menurut Cerryn, penumpukan kendaraan di dua jalur yang terprediksi pada arus balik lebaran tersebut karena rekayasa lalu lintas dari Gunungkidul yang mengalihkan kendaraan arus balik melalui jalur selatan sehingga dampaknya Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri padat.

Cerryn menambahkan jalur Pleret-Dlingo dan Imogiri-Mangunan yang sempat dikhawatirkan akhirnya tetap aman dan tiak ada kecelakaan di dua jalur tersebut. Namun sejumlah kendaraan terpantau banyak yang tidak kuat menanjak di Jalur Cinomati dan dapat teratasi oleh petugas dan relawan di jalur itu.