Dosen UMY Hadirkan Program Cekosi

Tim pengabdian dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) memeriksa kesehatan warga, dalam program Cerdas Kontrol Kesehatan Sendiri (Cekosi), di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. - ist/dok.tim pengabdian FKIK UMY
17 Juni 2019 22:27 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim pengabdian dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) menghadirkan program Cekosi, yang merupakan akronim dari Cerdas Kontrol Kesehatan Sendiri.

Koordinator Program Indriastuti Cahyaningsih mengatakan program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat perihal kondisi kesehatan mereka. Saat ini, kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah mulai meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah gaya hidup yang kurang sehat dan kurangnya informasi terhadap pencegahan dan kontrol kesehatan oleh masyarakat.

"Kami bekerja sama dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngaglik, Sleman mengadakan program Cekosi, sebuah kegiatan promosi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala," kata dia, Senin (17/6/2019).

Ia menambahkan program tersebut harapannya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan agar mereka dapat cerdas untuk menjaga dan mengontrol kesehatannya sendiri.

Kegiatan diselenggarakan setiap Minggu Pahing setiap bulan, seusai pengajian di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh tenaga kesehatan mulai dari dokter, dokter gigi dan apoteker yang di antaranya berasal dari FKIK UMY.
Cekosi terdiri dari penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dilanjutkan pemberian informasi dan konseling terkait dengan obat yang diterima pasien.

Ia mengatakan setiap pasien diharapkan mempunyai catatan terkait keluhan yang dirasakan, termasuk terapi yang diberikan oleh dokter serta catatan hasil pemeriksaan tanda vital dan rapid test dari pemeriksaan darah pasien sehingga diharapkan perkembangan pasien dapat termonitor.