Kemarau, Volume Beberapa Mata Air di Kulonprogo Mulai Berkurang

Ilustrasi kemarau - JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman
17 Juni 2019 17:42 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Kemarau sudah mengakibatkan volume air di mata air sejumlah kecamatan di Kulonprogo menurun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan berdasarkan hasil peninjauan sementara, penurunan volume sumber mata air terjadidi empat kecamatan, yakni Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang.

Kendati begitu, masyarakat diminta tidak buru-buru panik. Sebab, menurut Ariadi, volume air yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti mandi, mencuci, dan buang hajat. Selain itu, jika nanti krisis air melanda,  BPBD sudah melakukan koordinasi dengan BUMD dan perusahaan lainnya untuk ikut membantu menyalurkan air bersih.

“Kami sudah komunikasi dengan BUMN dan BUMD yang tiap saat bisa membantu,” kata Ariadi di kantornya, Senin (17/6).

Ariadi menyakini krisis air tak akan separah tahun lalu. Sebab tempat pengambilan air (intake) Kalibawang yang pada 2018 lalu ditutup sementara karena perbaikan kini sudah dibuka. “Tetapi kami sudah siapkan armada [truk pengangkut air], seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, sejauh ini belum ada permintaan penyaluran air bersih. Biasanya pada awal musim kemarau, permintaan sudah ada yang masuk

“Tetapi sekarang belum,” kata Ariadi.

Hal senada diungkapkan Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo, Miskijo. Sampai sekarang belum ada laporan resmi bantuan distribusi air bersih. “Kalau yang resmi belum ada, baru sebatas komunikasi lisan dari salah satu desa, mungkin sekarang lagi buat permohonan bantuan,” kata dia.

Meski demikian, Tagana tetap melakukan antisipasi. Dalam waktu dekat ini, jawatannya berencana berkoordinasi dengan Dinas Sosial DIY ihwal jatah penyaluran air bersih. “Ini juga terkait hasil penilaian kami, ada sedikitnya 23 desa di delapan kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan,” ucapnya.