Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penampilan Jatilan Kudho Satria dalam Gelar Seni Tradisi, di panggung terbuka TBY, Sabtu (22/6/2019)./Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali meramaikan akhir pekan dengan Gelar Seni Tradisi Sepanjang Tahun, Sabtu (22/6/2019). Gelaran ini berlangsung setiap Sabtu dan Minggu, sebulan sekali di minggu ketiga, mulai Februari hingga November.
Koordinator Gelar Seni Tradisi, Wasdiyanta, menuturkan gelaran ini sebagai upaya TBY mengekspos kelompok kesenian tradisi di seluruh DIY. "Sekaligus mengapresiasi dan melestarikan seni tradisi di masyarakat," kata dia, Sabtu.
Setiap gelaran, ada empat repertoar yang ditampilkan, terdiri dari tiga seni kerakyatan dan satu wayang di hari pertama. Di hari berikutnya tiga seni kerakyatan dan satu ketoprak sebagai penutup.
Kali ini, sejumlah pengisi acara antara lain Jatilan Kudho Satria sebagai pembuka, dilanjutkan Srandul Basis Budaya, Orkes Keroncong Berangkat dan wayang yang dibawakan dalang muda Kinaung Sunu Prasetya. Semuanya dari Kota Jogja.
Hari kedua, gelaran diisi Jatilan Kudho Pamukti dari Kulonprogo, Jatilan Kreasi Topeng Ireng dari Kota Jogja, Sanggar Sri Panglaras dari Kulonprogo dan ketoprak oleh Langen Wirama dari Kulonprogo.
Gelaran berlangsung mulai pukul 11.00 WIB-17.00 WIB. Panitia sengaja tidak melangsungkan acara sampai malam dengan pertimbangan banyak penampil berasal dari jauh, seperti Kulonprogo dan Gunungkidul.
Kasi Penyajian dan Pengembangan Kebudayaan TBY, Suraya, mengatakan kelompok seni yang tampil di Gelar Seni Tradisi ini adalah mereka yang sudah legal, terdaftar di Dinas Kebudayaan kabupaten atau kota.
Kelompok mengajukan proposal yang diseleksi oleh Dinas Kebudayaan dan dipilih yang telah siap tampil. "Ini sebagai sarana untuk mengedukasi kelompok juga, yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu," katanya.
Dengan gelaran rutin ini ia berharap bisa lebih meningkatkan semangat kelompok seni untuk terus eksis. Sebab jika diberi wadah untuk tampil, mereka akan lebih semangat berlatih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.