Harganas 2019, Kulonprogo Dapat 2 Penghargaan Nasional

Ilustrasi anak-anak - Reuters
30 Juni 2019 22:37 WIB Galih Eko Kurniawan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kulonprogo mendapatkan dua penghargaan nasional dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2019. Penghargaan itu didapat dari Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulonprogo, Mardiya.

Penghargaan lainnya didapat Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Mardiya menerima penghargaan Cipta Karya Kencana atas lagu bertema keluarga sedangkan Hasto mendapatkan Satyalencana Pembangunan dari Presiden RI.

“Sangat bergembira menerima penghargaan ini sebagai prestasi kabupaten untuk mengembangkan komunikasi informasi dan edukasi kreatif melalui media seni,” ungkap Mardiya dalam rilis kepada Harian Jogja, Minggu (30/6/2019).

Mardiya mendapatkan Cipta Karya Kencana dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai bentuk kreativitas dalam komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Lagu yang diciptakan Mardiya dinilai mudah diterima pesannya oleh masyarakat.

Lagu yang mengangkat delapan pesan fungsi keluarga itu sekarang ini telah dikenal secara nasional dan dipromosikan BKKBN dan beberapa pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota lain di Indonesia.
Pemberian tanda penghargaan CKK akan disampaikan BKKBN Pusat pada Jumat (5/7) mendatang di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada acara Penganugerahan Tanda Kehormatan dan Tanda penghargaan Bidang KKBPK 2019 yng diformat ala gala dinner.

Mardiya mengaku lagunya banyak yang berbahasa Jawa sehingga sentuhan tradisionalnya sangat terasa. Bahkan lagu KB Pancen Nyoto yang berirama campur sari telah diformulasikan menjadi musik dengan gamelan jawa dan alat musik modern di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Mardiya berharap lagu-lagu yang diciptakan bisa semakin disukai masyarakat dan menjadi media penyampaian pesan program KKBPK. Baik untuk pesan pendewasaan usia perkawinan melalui lagu Rabine Diundur Wae dan Generasi Berencana, pengaturan kelahiran melalui lagu KB Pancen Nyoto, pembinaan ketahanan keluarga melalui lagu Wis Tekan Jamane, peningkatan kesejahteraan keluarga melalui lagu Ayo Dho Usaha dan Ayo Kerja serta pengelolaan kependudukan melalui lagu Donyane Wis Kebak.