Dinpar DIY Sambut Baik KUR Pariwisata

Sejumlah wisatawan tengah berekreasi di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 Juli 2019 01:07 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Keberadaan kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengembangan sektor pariwisata disambut baik oleh Pemda DIY. KUR pariwisata diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergerak di dunia pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja, mengungkapkan keberadaan KUR pariwisata merupakan komitmen pemerintah untuk membuat ekosistem pariwisata lebih baik. "Baik dari sisi atraksi, aksesibilitas, amenitas selalu didorong untuk kemudian peningkatan kualitas," kata dia, Minggu (30/6/2019).

Ia mengatakan ketika para wisata mulai bicara bagaimana mendapatkan cenderamata, maka pelaku usaha di dunia pariwisata harus mampu memberikan kualitas yang baik. Begitu pula dengan potensi lokal harus disuguhkan dengan lebih menarik. Upaya untuk mencapai hak tersebut harus didorong salah satunya dengan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor wisata.  

"Ini penting. Para perajin juga harus bisa meningkatkan kualitasnya. Ada yang karya seadanya karena memang enggak punya modal yang kuat untuk akses beberapa teknologi dan peralatan," kata dia.

Dengan adanya KUR pariwisata akan sejalan dengan kebutuhan dasar UMKM uang ingin meningkatkan kualitasnya. "Saya harap ini bisa jadi kesempatan baik di sektor pariwisata terutama UMKM," kata dia.

Terkait dengan peningkatan kualitas SDM pariwisata, Dinas Pariwisata siap melakukan pendampingan. Singgih siap menggandeng beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. "Kami enggak sendiri. Kami akan menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM. Kami ingin bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan OPD lainnya," kata dia.

Sektor pariwisata dipandang sebagai sektor potensial untuk mendongkrak ekonomi DIY. Penyaluran kredit untuk sektor tersebut harus ditingkatkan lagi. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Untung Nugroho pernah mengatakan OJK pun mendorong industri jasa keuangan untuk memberikan porsi lebih besar dalam penyaluran kredit bagi pelaku usaha di sektor wisaya. "Setiap awal tahun kami minta setiap industri jasa keuangan membaut rencana bisnis. Di situlah kami dorong agar pelaku usaha mengalokasikan dana untuk kredit pariwisata," kata dia.

Menurutnya, penyaluran kredit untuk sektor pariwisata mulai meningkat meskipun tidak banyak. Penyaluran kredit masih didominasi sektor perdagangan dan konsumtif. "Memang masih ada kekhawatiran pelunasan yang tidak lancar jika disalurkan ke pelaku usaha kecil di sektor pariwisata," kata dia.