Kena Gusur Rel Bandara, Pedagang Pasar Glagah Belum Tahu

Kondisi Stasiun Kedundang, Temon. JIBI/Dokumen
07 Juli 2019 19:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah pedagang di Pasar Glagah, Kecamatan Temon belum mengetahui rencana relokasi Pasar Glagah untuk pembangunan rel kereta bandara.

Adapun, jika rencana ini benar terwujud, kalangan pedagang meminta otoritas yang berwenang untuk bisa menentukan calon lokasi pasar yang strategis seperti halnya lokasi pasar sekarang, yang berada di perempatan Glagah.

“Saya malah baru tahu karena belum ada sosialisasi relokasi. Kalau lokasinya strategis seperti yang sekarang [Pasar Glagah], saya mau. Kalau aksesnya [di pasar baru] susah, ya berat buat meninggalkan pasar ini [lokasi lama],” kata Tukinem, 60, salah penjual ikan di Pasar Glagah, Minggu (7/7/2019).

Dia menegaskan Pasar Glagah berada di lokasi yang strategis karena berdiri di samping perempatan Glagah. Tak ayal masyarakat berbagai penjuru seperti dari Kecamatan Wates (timur), Temon (barat), Kokap (utara) dan warga Glagah pada umumnya mudah untuk mencapai pasar ini.

Selain itu, Pasar Glagah tak jauh dari objek wisata Pantai Glagah. “Memang di sini [lokasi pasar sekarang] sangat strategis, apalagi dekat objek wisata. Jadi kalau pas libur atau akhir pekan selalu ramai,” kata perempuan yang sudah enam tahun berjualan di Pasar Glagah tersebut.

Selain lokasi yang strategis, fasilitas di calon pasar baru diharapkan juga lebih lengkap. Penataan pedagang sangat diperlukan agar pasar terlihat lebih rapi. Dengan begitu minat masyarakat untuk berkunjung ke pasar meningkat.

Pedagang lain di Pasar Glagah, Yanto, 60, mengatakan dari informasi yang ia terima, lokasi pasar baru berada di sebelah utara Pasar Glagah yang sekarang, berjarak kurang dari satu kilometer, tepatnya di pinggir jalan Pantai Glagah.

Lahan yang digunakan milik Pura Pakualaman. Yanto belum tahu berapa luasan calon pasar yang baru tetapi gosipnya jauh lebih luas dibandingkan pasar yang sekarang ditempati untuk usaha warung makan tersebut.

Yanto mengatakan secara pribadi dia tidak menolak untuk direlokasi sebab lokasi pasar baru cukup dekat dengan Pasar Glagah. Kendati begitu, dia meminta dalam prosesnya nanti bisa dikawal sepenuhnya oleh pemerintah. Nasib 60-an pedagang di Pasar Glagah juga harus diperhatikan.

Beberapa hari sebelum dilantik menjadi Kepala BKKBN, mantan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, sempat menyebut lokasi baru bagi pedagang Pasar Glagah berada di sekitar PT Jogja Magasa Iron (JMI) yang secara administratif masuk wilayah Desa Karangwuni, Kecamatan Wates. Lahan yang digunakan milik Pura Pakualaman.