Advertisement

Pemkab Kulonprogo Akuisisi Toko Modern, Tomira Bertambah Banyak

Jalu Rahman Dewantara
Selasa, 09 Juli 2019 - 22:37 WIB
Budi Cahyana
Pemkab Kulonprogo Akuisisi Toko Modern, Tomira Bertambah Banyak Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengecek produk lokal yang disediakan di Tomira hasil akuisisi Ligar Mart di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Selasa (9/7/2019)./Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo kembali mengakuisisi toko modern menjadi Toko Milik Rakyat (Tomira). Toko di Jl.Wahid Hasyim, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, yang sebelumnya bernama Ligar Mart kini berubah menjadi Tomira.

Perubahan nama toko modern itu diresmikan pada Selasa (9/7/2019). Ligar Mart dinilai melanggar Peraturan Daerah No.11/2011 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Toko ini menyalahi aturan lantaran jarak lokasinya kurang dari satu kilometer dari Pasar Tradisional Bendungan. Karena itu, Ligar Mart lantas diakuisi oleh pemerintah daerah dengan sistem kerja sama bersama koperasi.

Koperasi yang ditunjuk mengelola toko ini yakni Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT Giat. Lewat kerja sama ini, 80% anggota koperasi memiliki hak untuk bekerja di toko tersebut. “Total sudah ada 17 Tomira di Kulonprogo. Diharapkan lewat kerja sama dengan koperasi, produk lokal bisa tertampung dalam toko. Sesuai regulasi harus ada 20 persen produk lokal yang dijual,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, di sela-sela peresmian Tomira, kemarin.

Pemilik Ligar Mart, Subardi, mengaku tak keberatan meski tokonya harus diakuisi. Sebab, dirinya masih ikut menjadi pengelola. Dia pun berharap lewat kerja sama dengan koperasi, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dari sekarang hingga ke depan bisa menyejahterakan minimal Ligar Mart dan KSU BMT Giat karena tidak ada artinya jika kerja sama tidak saling mendukung. Mari saling mengisi, saling kerja sama,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Ketua KSU BMT Giat, Akhid Masduqi. Dia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemkab telah dipertemukan dengan Ligar Mart sehingga terjalin kerja sama ini. “Semoga dengan kerja sama ini, koperasi bisa maju ke depan. Manfaatnya lebih bisa diterima anggota dan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan dengan adanya Tomira, merupakan jalan tengah untuk mengawinkan kepentingan pengusaha dan rakyat. Dia menyatakan Kulonprogo tidak menutup adanya perdagangan modern namun Pemkab memang sudah berkomitmen melindungi pasar tradisional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Misterius! 3 Lumpang Batu Dipercaya Warga Simpan Harta Karun Emas

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 17:30 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement