Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Logo KONI/ist
Harianjogja.com, JOGJA—KONI DIY menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI DIY Tahun 2026, pada Sabtu (14/2/2026) di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta. Rakerda ini mengusung tema ‘Kuatkan Koordinasi Meraih Prestasi’.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang membuka Rakerda ini menjelaskan regenerasi atlet harus dibangun secara sistematis, mulai dari usia dini, pembibitan di sekolah, hingga pembinaan atlet elite. DIY beruntung memiliki ekosistem pendidikan yang kuat serta perguruan tinggi yang unggul.
Kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, sekolah, dan perguruan tinggi pun perlu diperkuat, termasuk pemanfaatan sport science, analisis data prestasi, dan pendekatan ilmiah dalam pembinaan.
“Di sisi lain, tata kelola organisasi menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar. Profesionalisme dalam pengelolaan program, akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, serta transparansi dalam pelaporan merupakan syarat utama menjaga kepercayaan publik. Olahraga yang berprestasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang berintegritas,” katanya.
Ke depan, Sri Sultan turut berharap KONI DIY mampu memposisikan diri bukan hanya sebagai pengelola cabang olahraga, tetapi sebagai penggerak ekosistem olahraga daerah. Ekosistem yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.
“Prestasi harus menjadi hasil dari sistem yang kokoh, bukan sekadar momentum sesaat. Saya mengajak seluruh jajaran KONI DIY untuk menjadikan Rakerda ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan memperjelas target capaian,” tegasnya.
Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menuturkan Rakerda ini adalah momentum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan perumusan langkah-langkah konkret untuk peningkatan prestasi olahraga daerah. Sebab, disadari bahwa tantangan ke depan semakin kompleks.
“Oleh karena itu, peningkatan koordinasi dalam pembinaan prestasi olahraga daerah menjadi hal yang mutlak. Pembinaan tidak boleh berjalan parsial. Antarbidang harus saling terhubung, terintegrasi, dan sinkron dalam perencanaan maupun pelaksanaan program,” ungkapnya.
Tantangan terdekat adalah menyukseskan pelaksanaan PORDA 2027 yang menjadi barometer hasil pembinaan sekaligus wahana penjaringan atlet potensial. Oleh karena itu, penyelenggaraan PORDA 2027 harus dipersiapkan secara profesional, tertib administrasi, dan berkualitas dari sisi teknis pertandingan.
Terlebih lagi, KONI Pusat telah menekankan bahwa PON 2028 akan memprioritaskan nomor-nomor olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi segenap pihak bahwa strategi pembinaan dan alokasi anggaran harus disesuaikan.
“Kita dituntut untuk lebih selektif, lebih strategis, dan lebih berbasis data dalam menentukan arah kebijakan. Kita harus membangun sistem pembinaan berjenjang yang kuat, memperkuat sport science, meningkatkan kualitas pelatih, serta memastikan kesejahteraan atlet agar mereka dapat berlatih secara optimal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp12.000 per gram pada Kamis 30 Juli 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2.706.000, sementara buyback Rp2.406.000.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe lolos ke semifinal WTA 500 DC Open 2026 usai kalahkan wakil tuan rumah 6-3, 6-2. Modal menuju US Open!
Pemerintah menyiapkan uji coba penyaluran bansos melalui 900 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Skema ini diharapkan memudahkan akses penerima manfaat di desa
Indonesia meloloskan 10 wakil ke babak 16 besar Taipei Open 2026. Debut pasangan baru Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino juga berakhir manis dengan
Apple hampir sentuh kapitalisasi 5 triliun dolar AS (Rp90.000 T) di 2026, kalahkan Nvidia. Saham naik 25%, Tim Cook lengser. Simak strategi AI Apple!