Dua SMP di Bantul Masih Kekurangan Peserta Didik

Ilustrasi. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
10 Juli 2019 09:47 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST 16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Ismardoko menyampaika dua SMP di Bantul masih kekurangan siswa. Menurutnya kuota untuk di dua sekolah tersebut dikhususkan untuk anak dari keluarga yang kurang mampu.

“Jadi ada dua, SMPN 2 Pundong sama SMPN 1 Bambanglipuro. Dalam tanda petik, dua sekolah tersebut memang masih kekurangan siswa. SPMN 2 kurang 39 siswa dan SMPN 1 kurang 11 siswa,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Selasa (9/7/2019).

Menurut Isdarmoko pihaknya telah melakukan rekomendasi kepada sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa untuk menerima siswa yang tidak mampu masuk di sekolah swasta.

“Rekomendasi itu merujuk kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbud terkait wajib belajar 12 tahun. Jadi kalau ada anak yang memang betul-betul belum sekolah dan tidak mampu sekolah di swasta tidak apa-apa [diterima di dua SMP tersebut]. Ditoleransi, satu atau dua murid nggak masalah," lanjut Isdarmoko.

Ia juga menyampaikan bahwa di dua sekolah tersebut telah menerima anak yang kurang mampu, satu anak masuk di SMPN 2 Pundong lalu satunya lagi masuk di SMPN 1 Bambanglipuro. Kendati demikian ia tidak ingin rekomendasi tersebut dijadikan suatu kebijakan.

“Tapi saya harapkan rekomendasi ini jangan dijadikan kebijakan, takutnya nanti ada anak yang sudah daftar di swasta cabut dan pindah ke Negeri, itu melanggar. Karena pengecualian itu khusus untuk yang kasuistik saja," katanya.