Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Salah satu pentas seni tradisional tampil dalam gelaran Gaya Jogja di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Sabtu (13/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Gelar Karya Jogja (Gaya Jogja) yang dimulai sejak Kamis (11/7/2019) lalu masih berlangsung hingga Minggu (14/7/2019). Di hari ketiga dan keempat, panggung di Monumen Serangan Umum 1 Maret diisi dengan pertunjukan seni dan lomba dari Dinas Pariwisata Kota Jogja.
Kasi Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Jogja, Krismono Aji, mengatakan pada dua hari terakhir Gaya Jogja akan dimaksimalkan untuk kegiatan ekonomi kreatif. Ia menjelaskan di dalam areal Monumen Serangan Umum 1 Maret terdapat beberapa stan ekonomi kreatif dari komunitas komik dan animasi. Stan-stan ini akan dilombakan membuat maskot kota kreatif Jogja.
"Kami berharap ekonomi kreatif Jogja bisa tumbuh, sebagai promosi Jogja supaya bisa menjadi daya tarik di samping objek wisata Jogja," katanya, Sabtu (13/7/2019).
Salah satu peserta stan animasi diisi oleh anggota dari kelompok studi budaya pop visual modern, Oricon.
Kelompok ini berisikan mahasiswa lintas jurusan dengan kegiatan membuat animasi, gim dan ilustrasi.
Dalam perlombaan kali ini, kelompok tersebut membuat dua maskot yang masing-masing mencerminkan Kota Jogja, yakni lampu jalan khas Jogja dan angkringan. "Kalau dengar Jogja kan pasti ingat angkringan, jadi kami coba buat abang-abang angkringannya," kata Ari Jalu, salah satu anggota Oricon.
Selain stan animasi dan komik di areal Monumen Serangan Umum 1 Maret, di areal depan Benteng Vredeburg juga digelar 70 stan UMKM Kota Jogja. Puluhan stan itu memamerkan dan menjual bermacam produk, mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
KPK memastikan kepulan asap di Gedung Merah Putih bukan kebakaran. Asap berasal dari sistem fire fighting yang aktif setelah mendeteksi fogging.
PT Gama Multi Usaha Mandiri resmi meluncurkan Boulevard Coffee & Eatery di Wisma Kagama, Jumat (28/8/2026). Langkah ini menjadi terobosan baru dalam mengintegra
Pemkab Bantul menyiapkan Rp2,4 miliar untuk membangun sekitar 16 sumur bor di wilayah rawan kekeringan melalui APBD Perubahan 2026.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.