TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Penampilan The Beatflash di Musik Malam TBY, Rabu (17/7/2019)./Istimewa-Hanif Dua Musim
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Rabu (17/7/2019) berbeda dengan pertunjukan sebelum-sebelumnya. Sesuai dengan tema Reuni Musik Tempo Doeloe, gelaran Musik Malam TBY jadi sangat istimewa, terlebih di TBY juga tengah digelar acara Pasar Kangen yang juga bernuansakan tempo dulu.
Seperti diketahui, event tahunan Pasar Kangen melibatkan banyak perajin, pelaku usaha kuliner hingga seniman. Selain menyajikan kuliner tempo dulu yang langka, banyak karya seni dan kerajinan yang unik dipasarkan di even ini.
Panitia menghadirkan 117 stan kuliner tradisional dan 93 stan barang kerajinan. Di sela-sela pengunjung bernostalgia dengan panganan tradisional, mereka juga akan dihibur dengan beragam pertunjukan kesenian tradisional.
Kurator 1 Musik Malam TBY Heri Macan mengatakan kehadiran band-band dengan irama musik masa lalu sengaja dihadirkan untuk mendukung suasana Pasar Kangen. Kehadiran grup band seperti D\'Zone 11, Pro Plus dengan musik-musik Koes Plus, dan TheBeatflash menambah syahdu suasana di sekitar TBY.
Belum lagi alunan musik keroncong langgeng Jamu Gendhong yang segmentasi audience-nya juga tidak sedikit. Semakin membuat hiruk pikuk suasana.
Aksi pertunjukan outdoor di halaman TBY itu menjadi ruang ekspresi bagi para pecinta musik klasik. Suasana TBY menjadi sangat hidup. "Musik Malam TBY juga turut meramaikan suasana Pasar Kangen. Kami menghadirkan musik klangenan memang agar in line dengan suasana pasar kangen," katanya, Kamis (18/7/2019).
Salah satu grup musik yang tampil, para personel The Beatflash mengaku sangat senang dengan antusias dari penonton yang hadir. Apalagi The Beatles adalah band klasik dan bahkan sudah bubar jauh sebelum kami lahir. "Ternyata benar kata banyak orang selama ini, musik The Beatles adalah Magnum Opus [karya besar] yang didengarkan oleh semua generasi, baik hari ini ataupun generasi setelahnya," kata Manager The Beatflash Henry Lennon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.