Perangi Rentenir, Bank Bantul Siap Bantu Permodalan UMKM

Direktur Utama PT BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun (kiri) dan Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Asteria Diantika saat jadi narasumber dalam Pemberdayaan Perajin Desa Wisata Mangunan yang digelar di aula Balai Desa Mangunan, Rabu (17/7/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
18 Juli 2019 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Rentenir yang selama ini masih jadi momok bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan para pedagang pasar tradisional di Bantul terus dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah. Salah satunya adalah melalui bantuan akses permodalan.

Direktur Utama PT BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun mengaku siap membantu permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang pasar. Hal ini sebagai upaya memerangi rentenir yang selama ini masih menghantui pelaku UMKM dan para pedagang di pasar.

“Kami akan mendampingi para pelaku UMKM di Bantul untuk mandiri. Kalau tidak ada modal, kami siap memberikan permodalan tanpa agunan,” kata Aristini dalam acara Pemberdayaan Perajin yang digelar di di aula Balai Desa Mangunan, Desa Wisata Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (17/7/2019).

Aristini mengatakan Bank Bantul selama ini juga memiliki program pemberdayaan UMKM ke desa-desa. Pasalnya pemberdayaan UMKM merupakan salah satu tugas yang diamanatkan dalam peraturan daerah (perda) Bantul bahwa penyaluran kredit minimal 20% untuk kredit UMKM. Menurut Aristini saat ini posisi kredit UMKM sudah melebihi batas ketentuan, yakni mencapai 27%, bahkan ditargetkan sampai akhir tahun ini bisa mencapai 30%.

“Penyertaan modal Rp4,5 miliar dari Pemkab ke Bank Bantul tahun itu kami salurkan untuk kredit pedagang pasar dan UMKM,” ujar Aristini.

Dia tak menampik salah satu penyebab para pelaku UMKM sulit berkembang adalah masih tingginya tingkat ketergantungan mereka dengan rentenir. Rentenir, kata dia, saat ini tidak hanya menyasar para pedagang di pasar, namun sudah merambah sampai ke dusun-dusun dengan menyamar jualan perabotan rumah tangga, namun yang ditawarkan sebenarnya adalah uang. “Jangan sekali-sekali mengambil uang dari rentenir,” ujar Aristini.

Selain beupaya membantu permodalan, Bank bantul juga tengah aktif mendampingi pelaku UMKM dalam hal pembukuan keuangan, karena tidak sedikit pelaku UMKM masih mencampuradukkan uang hasil usaha dengan kebutuhan sehari-hari.

KasubagEdukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Asteria Diantika mengatakan pemberdayaan perajin di Desa Wisata Mangunan merupakan salah satu program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bantul dalam meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat dalam mengakses jasa keuangan.

Ia menduga masih ada pelaku UMKM yang selama ini mengakses permodalan melalui rentenir atau malah ikut dalam bisnis investasi tidak jelas alias bodong. “Kalau dengan perbankan kan lebih terarah dan terencana,” kata Asteria Diyantika yang lebih akrab disapa Tika itu.