Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA- Partai Gerindra bisa bergabung ke koalisi pemerintah asalkan disetujui oleh partai koalisi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rencana bergabungnya Partai Gerindra ke kubu Jokowi-Ma\'ruf harus mendapat persetujuan partai koalisi yang mengusung pasangan tersebut memenangkan Pilpres 2019.
"Karena misalnya kalau mau kawin kan harus ada persetujuan yang mau kawin dan juga keluarga dekat, nah anggaplah partai (koalisi) itu keluarga dekat. Kalau keluarga tak setuju, ya susah juga anda kawin," kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Terkait apakah Partai Gerindra diterima bergabung dengan koalisi pemenang Pemilu 2019, JK menilai keputusan itu menjadi hak pasangan Jokowi-Ma\'ruf serta koalisi partai pendukungnya.
"Tentang Gerindra masuk koalisi, itu nanti terserah Pak Jokowi dan juga koalisi pemerintah yang ada," tambahnya.
Menanggapi pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, JK menilai keduanya merupakan sahabat lama yang pernah berkoalisi pada Pilpres 2009.
"Gerindra dan PDIP kan sudah pernah berkoalisi, malah tahun 2009 berpasangan, Ibu Mega calon presiden dan Prabowo wakilnya. Jadi bahwa itu berkoalisi, bukannya tak mungkin; tapi sudah pernah," tambahnya.
Prediksi bertambahnya partai politik ke dalam koalisi Jokowi-Ma\'ruf semakin diperkuat setelah pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Prabowo dan Joko Widodo juga melakukan pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berakhir pada makan siang bersama di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.