Warga Gunungkidul Diminta Waspada Kebakaran di Musim Kering
Kemarau di Gunungkidul meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD catat tiga kejadian sejak Mei dan imbau warga waspada.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang ibu di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, berinisial Ngt, 35, tega melemparkan anaknya yang masih berusia tujuh bulan ke dalam sumur, Jumat (2/8/2019). Beruntung, bayi malang itu selamat dan hanya mengalami luka. Dari pemeriksaan awal, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa sehingga berbuat nekat.
Kapolsek Nglipar, Ajun Komisaris Polisi Sumarya, mengatakan jajarannya masih menyelidiki kasus anak balita yang dilempar oleh ibunya ke dalam sumur. Dari keterangan sejumlah saksi yang berhasil dikumpulkan, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa sehingga saat kambuh sering berbuat nekat. “Keluarganya sering jadi korban dan salah satunya anaknya yang berusia tujuh bulan dilempar ke dalam sumur,” kata Sumarya kepada wartawan, Jumat.
Sumarya menjelaskan gangguan jiwa yang diderita pelaku sudah dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari dokter. Hasil keterangan dari saksi, kejadian nahas ini bermula saat ayah korban mencuci di sumur yang berada di belakang rumah. Tiba-tiba datang NGT bersama korban ke lokasi dan langsung menceburkan anaknya ke dalam sumur sedalam delapan meter. Melihat kejadian itu, suami Ngt secara spontan langsung masuk ke dalam sumur untuk menolong anaknya.
“Untuk proses evakuasi warga sekitar ikut membantu sehingga korban dapat segera diselamatkan,” katanya.
Kapolsek menambahkan, setelah berhasil dikeluarkan dari sumur korban dibawa ke Puskesmas Nglipar I untuk menjalani pemeriksaan. Meski mengalami luka lecet, secara umum bayi yang menjadi korban selamat.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dan atas persetujuan pihak keluarga, untuk sementara Ngt dibawa ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan. “Mudah-mudahan segera sembuh,” katanya.
Salah seorang warga Nglipar, Andri, mengatakan peristiwa ibu membuang bayi ke sumur sempat membuat heboh warga sekitar. Warga yang penasaran berdatangan ke lokasi. “Kami kaget dengan kejadian ini. Namun dari hasil keterangan keluarga, pelaku nekat membuang karena gangguan jiwa yang dialami kambuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Gunungkidul meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD catat tiga kejadian sejak Mei dan imbau warga waspada.
Kemenpar dorong wisata dekat lewat kampanye #DiIndonesiaAja, tren liburan hemat dan praktis makin diminati 2026.
Penunjukan Paku Alam X sebagai Plh Gubernur DIY dijelaskan Sekda. Sultan HB X jalani medical check-up, pemerintahan tetap berjalan normal.
GIK UGM gelar Lebaran Seni 2026 dengan empat pameran, termasuk arsip 45 tahun perjalanan Garin Nugroho.
Prediksi Amerika Serikat vs Turki di Piala Dunia 2026, AS incar kemenangan ketiga meski sudah lolos.
Gempa magnitudo 7,2 mengguncang Jepang timur laut, melukai 4 orang dan menghentikan sementara layanan Shinkansen.