Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang ibu di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, berinisial Ngt, 35, tega melemparkan anaknya yang masih berusia tujuh bulan ke dalam sumur, Jumat (2/8/2019). Beruntung, bayi malang itu selamat dan hanya mengalami luka. Dari pemeriksaan awal, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa sehingga berbuat nekat.
Kapolsek Nglipar, Ajun Komisaris Polisi Sumarya, mengatakan jajarannya masih menyelidiki kasus anak balita yang dilempar oleh ibunya ke dalam sumur. Dari keterangan sejumlah saksi yang berhasil dikumpulkan, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa sehingga saat kambuh sering berbuat nekat. “Keluarganya sering jadi korban dan salah satunya anaknya yang berusia tujuh bulan dilempar ke dalam sumur,” kata Sumarya kepada wartawan, Jumat.
Sumarya menjelaskan gangguan jiwa yang diderita pelaku sudah dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari dokter. Hasil keterangan dari saksi, kejadian nahas ini bermula saat ayah korban mencuci di sumur yang berada di belakang rumah. Tiba-tiba datang NGT bersama korban ke lokasi dan langsung menceburkan anaknya ke dalam sumur sedalam delapan meter. Melihat kejadian itu, suami Ngt secara spontan langsung masuk ke dalam sumur untuk menolong anaknya.
“Untuk proses evakuasi warga sekitar ikut membantu sehingga korban dapat segera diselamatkan,” katanya.
Kapolsek menambahkan, setelah berhasil dikeluarkan dari sumur korban dibawa ke Puskesmas Nglipar I untuk menjalani pemeriksaan. Meski mengalami luka lecet, secara umum bayi yang menjadi korban selamat.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dan atas persetujuan pihak keluarga, untuk sementara Ngt dibawa ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan. “Mudah-mudahan segera sembuh,” katanya.
Salah seorang warga Nglipar, Andri, mengatakan peristiwa ibu membuang bayi ke sumur sempat membuat heboh warga sekitar. Warga yang penasaran berdatangan ke lokasi. “Kami kaget dengan kejadian ini. Namun dari hasil keterangan keluarga, pelaku nekat membuang karena gangguan jiwa yang dialami kambuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.