Ada 30 Andong di Jogja yang Disiapkan untuk GrabAndong

Andong yang parkir di cerukan Jalan Malioboro, Senin (18/5/2018). Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
08 Agustus 2019 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Persiapan untuk angkutan transportasi tradisional yang modern, GrabAndong ternyata sudah lama dilakukan. Sebanyak 30 unit Andong disiapkan bahkan kusirnya juga mendapatkan pelatihan untuk operasional aplikasi ini.

Ketua Paguyuban Kusir Andong DIY Purwanto mengatakan persiapan untuk merilis GrabAndong sudah dilakukan sejak April lalu. Komunikasi awal saat itu menghasilkan sejumlah kesepahaman. Salah satunya, terkait unit Andong yang akan dijadikan GrabAndong. Awalnya pihak Grab meminta 20 unit Andong.

"Jadi saya ambil 2 unit dari masing-masing paguyuban, jadi totalnya ada 30 unit. Kalau hanya 20 unit nanti susah membaginya karena di sini ada 15 paguyuban," ceritanya kepada Harianjogja.com, Kamis (8/8/2019).

Untuk masuk dalam GrabAndong setiap unit Andong diseleksi. Seleksi tidak hanya melihat kondisi andong, tetapi juga kudanya. "Kuda-kudanya juga diperiksa melibatkan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Permintaan kami, pemeriksaan kuda bisa dilakukan secara rutin. Hanya saja masih menunggu MoU selanjutnya," kata dia.

Bahkan, kata Purwanto, kusir Andong juga harus memiliki Ponsel berbasis OS Android dengan minimal ram 2 Gb. Mereka diwajibkan memiliki rekening bank. Mereka juga sudah mendapatkan pelatihan (training) untuk menggunakan aplikasi GrabAndong termasuk saat melayani penumpang. "Kan rata-rata usia kusir sudah tua. Jadi semua harus disiapkan secara matang. Semuanya sudah siap, tinggal menunggu launching," katanya.

Launching sendiri, lanjut Purwanto, rencananya digelar pada 23 Agustus mendatang. Saat launching, hanya satu unit Andong saja yang dipajang selama sehari di Benteng Vredeburg. Andong lainnya juga akan dibranding. "Itu rencananya. Kami kan statusnya hanya menunggu dari pihak Grab. Yang jelas kami siap," ujarnya.

Disinggung soal tarif, Purwanto membeberkan jika masalah tarif sudah ditentukan oleh pihak Grab. Misalnya, dari jalan Malioboro hingga kawasan Keraton Ngayogyakarta dengan kapasitas 4-6 penumpang untuk satu jam pertama, tarif andong dikenakan Rp150.000 kemudian satu jam kedua Rp75.000. Setelah itu, permenit nya dihitung Rp1.000. "Rencananya seperti itu. Kapasitas penumpang antara 4-6 orang," ujarnya.

Meskipun demikian, Purwanto masih belum bisa menilai apakah tarif sebesar itu bisa menguntungkan bagi para kusir andong atau tidak. Alasannya, sampai saat ini para kusir belum menggunakan aplikasi GrabAndong. "Tunggu kalau sudah kami gunakan. Belum bisa diukur apakah menguntungkan atau tidak. Yang jelas dengan tarif seperti ini ada kepastian harga bagi penumpang," katanya.

Selama ini, kata Purwanto, transaksi dan penentuan tarif antara kusir dengan penumpang dilakukan secara tawar menawar. Tergantung jauh dekatnya jarak tempuh dan kondisi saat itu apakah masuk musim liburan atau tidak (high season). "Ada yang Rp150.000 hingga Rp250.000 tergantung situasinya. Tapi kadang dapat, kadang dua hari tidak dapat. Tidak pasti," katanya.

Dia berharap, peningkatan layanan melalui GrabAndong mampu memperbaiki pendapatan para kusir andong. Apalagi, layanan transportasi online dengan melibatkan angkutan tradisional seperti ini hanya ada di Indonesia bahkan dunia. "Ini satu-satunya di dunia. Untuk melestarikan angkutan tradisional, melanggengkan budaya di tengah perkembangan teknologi," katanya.